MENITNEWS.COM, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN), mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh mitra penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perungatan ini menjelang operasi perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebab, operasi SPPG dimulai pada Selasa hari ini, 31 Maret 2026. BGN menegaskan tidak akan menoleransi praktik kecurangan, terutama penggelembungan harga (mark up) bahan baku.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa integritas mitra adalah kunci keberhasilan program nasional ini.
BGN telah mengalokasikan anggaran bahan baku sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi MBG.
Sanksi Berat: Suspend Tanpa Insentif
Nanik menekankan, mitra yang terbukti melakukan mark up gila-gilaan, apalagi sampai menekan Kepala SPPG, pengawas gizi, maupun pengawas keuangan, akan langsung dijatuhi sanksi berat.
”Saya akan minta Kedeputian Tata Kelola dan Pengawasan (Tauwas) untuk melakukan suspend tanpa pemberian insentif. Ini masuk kategori pelanggaran berat,” tegas Nanik di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, perilaku nakal tersebut mencederai tujuan utama program dalam memberikan layanan gizi bagi masyarakat.
Ia menilai, mitra SPPG MBG yang sudah mendapatkan insentif seharusnya bekerja sesuai aturan dan tidak mencari keuntungan berlebih dengan cara yang tidak sah.
Sebagai langkah penindakan awal, BGN akan menjatuhkan sanksi skorsing operasional selama satu minggu, bagi mitra SPPG MBG yang melanggar.
Selama masa tersebut, mitra diwajibkan melakukan perbaikan internal dan menandatangani komitmen baru.
”Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak melakukan monopoli sebagai supplier sendiri,” ungkap Nanik.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan pelaksanaan program berjalan:
Transparan: Seluruh aliran dana bahan baku dapat dipertanggungjawabkan.
Adil: Memberikan kesempatan bagi pemasok lokal tanpa tekanan dari pihak tertentu.
Tepat Sasaran: Memastikan kualitas gizi yang sampai ke masyarakat sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.
BGN berharap, peringatan ini menjadi sinyal bagi seluruh mitra di Indonesia agar bersikap profesional seiring dimulainya operasional penuh SPPG MBG pada akhir Maret ini. (*)
Comment