MENITNEWS.COM, MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), terus memacu transformasi digital di lingkungan kerjanya.
Langkah ini dipertegas melalui rapat evaluasi triwulan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang digelar bersama Tim DiskominfoSS Sulbar di Ruang Rapat Pusdalops BPBD, Selasa (31/3/2026).
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris BPBD Sulbar, Arnidah, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Ulfian.
Evaluasi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui teknologi informasi.
Dalam pertemuan tersebut, Tim SPBE dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSS) membedah sejumlah indikator kunci, mulai dari:
Pengelolaan data kebencanaan yang terpusat.
Integrasi sistem informasi antarbidang.
Kesiapan infrastruktur pendukung transformasi digital.
Sekretaris BPBD Sulbar, Arnidah, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana.
”Kami berkomitmen meningkatkan kualitas sistem informasi. Data yang akurat dan terintegrasi adalah kunci pengambilan keputusan yang cepat dan tepat saat terjadi bencana,” ujar Sekretaris BPBD Sulbar, Arnidah.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Ulfian, menambahkan bahwa penguatan SPBE berdampak langsung pada sistem pemantauan di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).
Menurutnya, sistem pelaporan yang digitalized akan memangkas birokrasi informasi di lapangan.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, memberikan penegasan bahwa tata kelola pemerintahan digital adalah harga mati untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
”Peningkatan SPBE ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui layanan yang lebih optimal, transparan, dan responsif,” tegas Yasir.
Melalui evaluasi berkala ini, BPBD Sulbar berharap mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih efisien guna mendukung kinerja organisasi, dalam menghadapi tantangan kebencanaan di Sulawesi Barat ke depan. (*)
Comment