Sasar 241 Ribu Siswa, Perumda Pasar Makassar Raya Perkuat Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Perumda Pasar Makassar Raya bergerak cepat, guna memperkuat ekosistem rantai pasok pangan guna memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar.

Langkah strategis ini diambil untuk menjamin kepastian stok dan stabilitas harga di tengah tingginya permintaan komoditas.

​Dalam Rapat Koordinasi di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menekankan bahwa kunci keberhasilan program nasional ini terletak pada distribusi yang terukur.

​Menurutnya, satu Satuan Dasar Terpadu Pendidikan Guru (SDTPG) mampu melayani hingga 3.500 siswa per hari. Dengan volume sebesar itu, fluktuasi pasokan tidak boleh terjadi.

​”Yang paling penting adalah memberikan kepastian. Jangan sampai saat kebutuhan tinggi, pasokan justru tidak terjaga. Kami mengatur agar ekosistem ini berjalan baik dari hulu ke hilir,” ujar Ali Gauli, Rabu (1/4/2026).

​Baruga Pasar Jadi Penyangga Stabilitas

​Menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Perumda Pasar Makassar Raya, mengandalkan konsep Baruga Pasar.

Inovasi ini berfungsi sebagai instrumen pengendali harga, sekaligus pusat distribusi bahan pangan pokok seperti ayam, telur, dan susu.

​Ali menjelaskan, 18 pasar induk di Makassar akan menjadi tulang punggung penyediaan stok.

Ia mendorong agar setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di tiap wilayah, berkoordinasi langsung dengan pasar induk terdekat di kecamatan masing-masing.

​”Kami tidak memotong rantai distribusi, melainkan memperkuatnya. Dengan data kebutuhan yang presisi, Perumda Pasar Makassar Raya siap menjadi mediator agar distribusi lebih terarah dan berkelanjutan,” tuturnya.

​Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyebut Program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan stimulus ekonomi daerah.

Anggaran besar yang dikucurkan akan berputar di lingkaran petani, peternak, hingga pedagang lokal.

​”Ini adalah instrumen strategis. Perputaran ekonomi di masyarakat akan meningkat signifikan jika birokrasi dan distribusinya efisien,” jelas Zainal.

​Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, pelaksanaan Program MBG di Makassar saat ini telah menunjukkan progres signifikan dengan ​total penerima sebanyak 241.237 jiwa.

​Cakupan Wilayah: 15 Kecamatan di Kota Makassar, dengan​ durasi operasional selama 20 hari per bulan.

​Melalui sinergi lintas sektor antara Dinas Ketahanan Pangan, Perumda Pasar Makassar Raya,  dan Badan Gizi Nasional, Pemkot Makassar optimistis program ini tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga memperkokoh ketahanan pangan daerah. (*)

Comment