MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan keberhasilan program Makassar Creative Hub (MCH) sebagai solusi inovatif dalam menekan angka pengangguran. Presentasi tersebut disampaikan dalam forum nasional “Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah” yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring, Rabu (1/4/2026).
Program MCH mencuri perhatian tim penilai karena dinilai efektif dalam mentransformasi sektor ketenagakerjaan melalui pendekatan kreativitas dan inkubasi bagi generasi muda usia produktif.
Menjadi Jembatan Talenta dan Industri
Dalam paparannya, Munafri menjelaskan bahwa MCH didesain sebagai ekosistem lengkap yang mempertemukan berbagai sektor. Tidak hanya sebagai tempat pelatihan, MCH juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi (co-working space) yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.
“Makassar Creative Hub kami hadirkan sebagai ruang ekspresi sekaligus ruang peningkatan skill. Di sini, anak muda bisa melakukan upgrading keterampilan sekaligus mendapatkan akses langsung ke peluang kerja,” ujar Munafri.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dengan dunia pendidikan. MCH menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk menjaring talenta terbaik mereka agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Mencetak Wirausahawan Baru
Salah satu keunggulan MCH yang ditekankan oleh Wali Kota adalah orientasinya yang tidak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga penciptaan lapangan kerja.
“Kita harapkan lulusan MCH memiliki karakter yang berbeda, sesuai dengan passion dan jalur karier mereka. Tujuannya jelas: mereka harus mampu menjadi wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain,” tambahnya.
Respons Kemendagri: Layak Menjadi Percontohan Nasional
Inovasi ini mendapat apresiasi positif dari tim penilai Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri. Tim penilai menganggap model MCH sangat relevan untuk direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia sebagai strategi jitu mengatasi masalah pengangguran perkotaan.
Meski demikian, forum tersebut juga menyoroti potensi magnet urbanisasi, di mana daya tarik MCH dikhawatirkan memicu perpindahan penduduk usia muda dari luar daerah ke Makassar. Menanggapi hal tersebut, Munafri memberikan penjelasan tegas mengenai kebijakan perlindungan warga lokal.
“Kami tidak menolak siapapun untuk belajar di Makassar. Namun, untuk dukungan fasilitas pengembangan usaha dan kemudahan perizinan tertentu, kami tetap memberikan prioritas bagi warga yang memiliki KTP Makassar,” tegasnya.
Rencana Ekspansi: Hadirkan Empat Titik Baru
Menutup presentasinya, Munafri mengungkapkan rencana ambisius Pemerintah Kota Makassar. Setelah berjalan sukses selama hampir satu tahun, MCH akan segera dievaluasi untuk pengembangan skala besar.
Ke depan, Pemkot Makassar menargetkan pembangunan empat Creative Hub tambahan yang tersebar di berbagai wilayah kota. Langkah ini diambil agar manfaat pengembangan kreativitas dan ekonomi tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi merata hingga ke lapisan masyarakat di wilayah pinggiran.
“Kami ingin memastikan fasilitas ini hadir lebih dekat dengan masyarakat. Inovasi harus bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Makassar tanpa terkecuali,” pungkas Munafri. (*)
Comment