MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan peninjauan strategis ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Kelurahan Bulurokeng, Senin (6/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut, beroperasi secara maksimal dan berkelanjutan.
Melinda menilai TPS3R Bulurokeng memiliki infrastruktur yang memadai, namun memerlukan sentuhan manajerial dan teknis agar dampaknya lebih signifikan terhadap pengurangan sampah di Kota Makassar.
Salah satu poin krusial yang disoroti Melinda Aksa adalah peningkatan kualitas produk kompos.
Ia menyarankan agar proses pasca-produksi, seperti pengeringan dan pengayakan, dilakukan lebih teliti untuk menghasilkan tekstur kompos yang halus.
”Jika kualitasnya konsisten dan premium, kompos ini punya nilai jual tinggi. Potensi pasarnya besar, terutama bagi warga perumahan dan pelaku urban farming di sekitar Bulurokeng,” ujar Melinda.
Selain aspek produk, Melinda Aksa, menekankan pentingnya kepastian administrasi lahan.
Menurutnya, legalitas aset yang jelas merupakan syarat mutlak agar pemerintah dapat memberikan dukungan anggaran, dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
Di lokasi yang sama, Lurah Bulurokeng, Muh. Mahar, mengungkapkan tantangan yang dihadapi pihaknya kepada Melinda Aksa.

Dengan populasi mencapai 16.000 jiwa, TPS3R Bulurokeng saat ini hanya mengandalkan dua unit armada pengangkut sampah.
”Keterbatasan armada memang menjadi kendala utama dalam mobilisasi sampah dari warga ke tempat pengolahan,” jelas Mahar.
Meski demikian, pihak Kelurahan terus berinovasi melalui:
Metode TEBA: Pengolahan sampah organik yang sukses memanen kompos berkualitas.
Eco-Enzyme: Pemanfaatan limbah kulit buah menjadi cairan multiguna.
Sinergi Industri: Penyaluran sampah anorganik (plastik) secara langsung ke Pabrik 88 untuk menjaga sirkulasi limbah tetap bersih.
Melinda Aksa juga mendorong penguatan kolaborasi dengan pihak swasta, dan pengembang perumahan di wilayah tersebut.
Integrasi pengelolaan sampah dari sumbernya, termasuk dari dapur-dapur komersial, diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan produktif.
Kunjungan Melinda Aksa ini diharapkan menjadi titik balik bagi TPS3R Bulurokeng untuk bertransformasi dari sekadar tempat pembuangan, menjadi pusat ekonomi sirkular yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat. (*)
Comment