MENITNEWS.COM, JAKARTA – Setelah terlibat konflik bersenjata selama lebih dari satu bulan, Iran dan Amerika Serikat akhirnya resmi menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada Selasa (7/4/2026). Kesepakatan ini mengakhiri sementara konfrontasi yang telah pecah sejak 28 Februari lalu.
Pemerintah Iran menyebut langkah ini sebagai kemenangan besar. Pasalnya, Washington bersedia menerima 10 tuntutan utama yang diajukan Teheran sebagai landasan memulai perundingan perdamaian.
Momentum Persatuan Iran dan Pembukaan Selat Hormuz
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyerukan rakyatnya untuk merayakan pencapaian ini. “Penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan ini dengan kuat,” tulis pernyataan resmi lembaga tersebut pada Selasa.
Sebagai tindak lanjut dari de-eskalasi ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara terbatas. Jalur perdagangan energi dunia tersebut sebelumnya ditutup total menyusul operasi militer gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran.
“Selama dua minggu ke depan, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada,” jelas Araghchi melalui unggahannya di media sosial X.
Klaim Kemenangan Donald Trump
Di pihak lawan, Presiden AS Donald Trump memberikan narasi berbeda. Melalui media sosialnya, Trump mengeklaim bahwa gencatan senjata ini terjadi karena Amerika Serikat telah mencapai seluruh target militernya.
“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tegas Trump. “Kami melakukan ini karena telah memenuhi, bahkan melampaui, semua tujuan militer. Kami kini berada sangat dekat dengan kesepakatan definitif untuk perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.”
Trump juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi untuk menjembatani perbedaan pendapat antara kedua negara yang selama ini buntu.

Daftar 10 Tuntutan Iran yang Diterima AS
Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim News Agency, berikut adalah 10 poin utama yang diajukan Iran dan disetujui oleh pemerintahan Trump untuk menghentikan perang:
-
Jaminan Non-Agresi: AS berkomitmen secara prinsip untuk tidak melakukan agresi militer di masa depan.
-
Kedaulatan Maritim: Pengakuan atas kontrol berkelanjutan Iran terhadap Selat Hormuz.
-
Hak Nuklir: Pengakuan atas hak Iran dalam melakukan pengayaan uranium.
-
Pencabutan Sanksi: Penghapusan seluruh sanksi ekonomi, baik primer maupun sekunder.
-
Status Internasional: Pembatalan semua resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran.
-
Kompensasi Perang: Pembayaran ganti rugi atas seluruh kerusakan yang diderita Iran akibat serangan AS.
-
Penarikan Pasukan: Penarikan seluruh pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah.
-
Stabilitas Regional: Penghentian perang di semua lini, termasuk dukungan terhadap kelompok perlawanan di Lebanon.
Dua pekan ke depan akan menjadi masa krusial bagi diplomat kedua negara untuk merumuskan perjanjian perdamaian permanen guna mencegah konflik kembali pecah. (*)
Comment