MENITNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa tata kelola Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta peningkatan produksi merupakan pilar strategis dalam menjawab tantangan dinamika industri pertambangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Bernardus, saat hadir sebagai pembicara dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Energy and Mining Editor Society (E2S) bertajuk “Peran RKAB dan Peningkatan Produksi Dalam Strategi Menyikapi Tantangan Global” di Jakarta, baru-baru ini.
Dalam forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor energi dan pertambangan tersebut, Bernardus menyoroti tiga poin krusial untuk menjaga daya saing industri nasional:
Fleksibilitas Kebijakan: Penyesuaian yang adaptif terhadap kondisi pasar.
Kepastian Regulasi: Memberikan rasa aman bagi investor jangka panjang.
Kesinambungan Hilirisasi: PT Vale Indonesia memastikan proses dari hulu ke hilir berjalan tanpa hambatan.

”Produksi tambang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang terintegrasi. Hal ini mencakup investasi jangka panjang dan kesiapan industri hilir untuk menyerap hasil produksi secara efisien,” ujar CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto.
Menurut Bernardus, forum diskusi seperti yang diinisiasi E2S menjadi ruang dialog strategis yang krusial antara pemerintah dan pelaku industri.
Sinergi ini diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya adaptif.
Tetapi juga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
PT Vale Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam transformasi industri ini.
Langkah tersebut diambil PT Vale Indonesia, guna mendukung ambisi besar Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai nilai global (global value chain) nikel, khususnya untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dan industri hijau masa depan. (*)
Comment