NTP Tembus Rekor Sejarah, Mentan Amran: Program Makan Bergizi Gratis Transformasi Nasib 160 Juta Petani

ads
ads

MENITNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kebijakan pemenuhan gizi nasional. Program ini merupakan gerakan transformasi ekonomi besar yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan 160 juta petani dan peternak di seluruh Indonesia.

Kesejahteraan Petani Mencapai Titik Tertinggi

Keberpihakan pemerintah terhadap sektor agraria mulai membuahkan hasil nyata. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2026 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni menyentuh angka 125,45.

Capaian ini menunjukkan tren positif yang konsisten sejak Maret 2025 (123,72) hingga Desember 2025 (125,35). Kenaikan NTP pada Februari 2026 sebesar 1,50 persen didorong oleh lonjakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,17 persen, jauh melampaui kenaikan biaya hidup dan produksi (Ib) yang hanya 0,65 persen.

“Artinya, petani semakin diuntungkan. Pendapatan mereka tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan pengeluaran mereka. Ini adalah bukti konkret kepemimpinan Presiden Prabowo yang berpihak pada rakyat kecil,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya.

Dapur MBG sebagai Lokomotif Ekonomi Desa

Kekuatan utama program MBG terletak pada terciptanya ekosistem ekonomi yang adil. Program ini menghubungkan langsung 160 juta produsen pangan (petani dan peternak) dengan unit pelaksana dapur MBG di seluruh nusantara.

Beberapa poin penting dampak ekonomi MBG meliputi:

  • Lonjakan Sektor Hortikultura: Subsektor ini mencatat kenaikan tertinggi, melonjak dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026.

  • Permintaan Komoditas Strategis: Penyerapan masif terhadap beras, telur, daging ayam, dan sayuran memicu gairah produksi di tingkat desa.

  • Pemberdayaan UMKM: Program ini membuka lapangan usaha baru dan memperkuat peran UMKM pangan di pelosok daerah.

“Dari sawah dan kandang hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini bukan hanya soal gizi, tapi tentang kemaslahatan umat dan memastikan roda ekonomi desa berputar kencang,” tegas Amran.

Kesiapan Stok dan Fondasi Pangan

Menghadapi permintaan yang besar, Kementerian Pertanian memastikan bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi sangat kokoh. Saat ini, cadangan beras nasional berada di angka 4,6 juta ton, didukung oleh program peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya melalui bantuan teknologi.

Mentan Amran optimistis bahwa melalui kolaborasi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi pilar utama ketahanan nasional.

“Ini adalah wujud nyata keadilan sosial. Kita memastikan generasi penerus tumbuh sehat dengan gizi cukup, sementara di sisi lain, petani kita hidup sejahtera karena produknya diserap dengan harga yang layak,” pungkasnya. (*)

Comment