MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau PDAM Kota Makassar, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Manggala.
Sebagai langkah konkret, PDAM tengah menyiapkan infrastruktur jalur air baru guna memastikan kebutuhan operasional fasilitas tersebut terpenuhi secara berkelanjutan.
Dukungan teknis ini disampaikan oleh Plt Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air PDAM Kota Makassar, Wahidin, usai menghadiri rapat koordinasi percepatan proyek bersama berbagai pemangku kepentingan pada Rabu, (8/4/2026).
Wahidin menjelaskan bahwa ketersediaan air, merupakan komponen krusial dalam sistem Waste to Energy (WtE), khususnya untuk mendukung proses operasional instalasi yang berbasis teknologi pengolahan termal.
”Perumda Air Minum berkomitmen mendukung penuh kebutuhan infrastruktur dasar, termasuk penyediaan air, agar operasional PSEL dapat berjalan optimal,” ujar Wahidin.
Untuk menjamin efektivitas distribusi, PDAM Makassar akan membangun jalur instalasi pipa baru yang terhubung langsung ke kawasan proyek di Manggala melalui wilayah Antang.
Langkah ini diambil PDAM Makassar, agar sistem distribusi memiliki jangkauan yang stabil dan tidak mengganggu pasokan air bagi warga sekitar.
Proyek PSEL Manggala dirancang sebagai fasilitas strategis berskala regional, di wilayah Mamminasata.
Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, dengan rincian pasokan Kota Makassar: 800 ton/hari, Kabupaten Gowa: 150 ton/hari, dan Kabupaten Maros: 50 ton/hari.
Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), juga telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggala pada Selasa, (7/4/2026).
Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan seluas 7 hingga 8 hektare, yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas PSEL.
”Pemkot akan memastikan proses pembebasan lahan berjalan sesuai aturan, sekaligus melakukan pemetaan batas wilayah yang akan diajukan ke pemerintah pusat,” ungkap Munafri.
Mengenai skema pembiayaan, saat ini otoritas terkait masih mengkaji apakah proyek ini akan didukung langsung oleh APBD Pemerintah Kota Makassar atau melalui investasi internal PDAM Makassar. Kehadiran PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah sekaligus penggerak energi terbarukan di Sulawesi Selatan. (*)
Comment