LMP Sulsel Kecam Pernyataan Feri Amsari Soal Swasembada Pangan: Itu Penghinaan Bagi Petani!

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Sekretaris Umum Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Kahar Gani, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan pengamat politik, Feri Amsari.

Kahar mengecam keras narasi Feri, yang menyebut pencapaian swasembada pangan sebagai sesuatu yang “palsu”.

​Menurut Kahar, tudingan tersebut tidak hanya keliru secara faktual, tetapi juga mencederai kerja keras para petani di seluruh pelosok negeri.

​“Bagaimana bisa perjuangan petani di lapangan dianggap menghasilkan sesuatu yang palsu? Ini bukan sekadar penghinaan, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap upaya bangsa mencapai kedaulatan pangan,” tegas Kahar dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

​Kahar menilai pernyataan Feri Amsari cenderung bersifat asumtif, dan berisiko menyesatkan opini publik.

Ia menekankan bahwa dalam isu strategis seperti pangan, kritik seharusnya disampaikan dengan landasan data yang kuat, bukan sekadar persepsi politik.

​“Kritik itu sah-sah saja, tapi harus objektif. Feri tidak memiliki rekam jejak penelitian atau pengalaman di sektor pertanian. Pernyataannya justru membingungkan masyarakat di saat sektor ini sedang bertumbuh,” lanjutnya.

​Capaian Signifikan Sektor Pertanian

​Berseberangan dengan pernyataan Feri, LMP Sulsel menyoroti sejumlah indikator positif dalam sektor pertanian nasional, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Berdasarkan data yang dihimpun, capaian nasional menunjukkan tren yang impresif:

​Produksi Padi: Mencapai angka sekitar 60 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

​Surplus Beras: Mengalami surplus hingga jutaan ton.

​Cadangan Beras: Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus lebih dari 4 juta ton, yang diklaim sebagai angka tertinggi dalam sejarah.

​Keberhasilan ini, lanjut Kahar, didorong oleh program-program konkret.

Seperti masifnya pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, modernisasi alat mesin pertanian (alsintan), serta perbaikan sistem distribusi pupuk subsidi.

​Kahar menduga ada kepentingan tertentu di balik munculnya narasi negatif, terhadap sektor pangan nasional.

Ia mengingatkan bahwa di tengah ketidakpastian global, kepercayaan publik terhadap ketahanan pangan domestik harus dijaga demi kedaulatan negara.

​“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan kita. Narasi yang berkembang seharusnya memperkuat semangat swasembada, bukan malah melemahkan kepercayaan masyarakat dengan asumsi yang tidak berdasar,” tutup Sekum LMP Sulsel, Kahar Gani. (*)

Comment