MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan arah pembangunan daerah berjalan tepat sasaran.
Kali ini, Bappeda memosisikan Tim Penggerak PKK Kota Makassar, sebagai “ujung tombak” strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah kota, khususnya pada level akar rumput.
Sinergi yang mengusung tema “Mesin Pembangunan di Balik Dapur Keluarga” ini difokuskan pada penguatan keluarga inklusif untuk tahun 2026.
Pendekatan berbasis data menjadi instrumen utama dalam kolaborasi ini, guna memastikan setiap langkah strategis selaras dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dalam keterangannya, Kepala Bappeda Kota Makassar, H. Dahyal, S.Sos., M.Si, menekankan bahwa peran PKK sangat vital, karena menyentuh unit terkecil dalam struktur sosial, yakni keluarga.
Menurutnya, isu-isu makro seperti penanganan stunting dan pengendalian inflasi, tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif kader di lapangan.

”PKK adalah mitra strategis kami di Bappeda. Mereka memiliki akses langsung ke dapur masyarakat. Dengan data yang akurat dari lapangan, kita bisa memastikan program pembangunan inklusif 2026 benar-benar menjamin akses layanan dasar tanpa diskriminasi,” jelas Kepala Bappeda Makassar, Dahyal, Jumat (10/4/2026).
“Kolaborasi ini adalah kunci agar dampak pembangunan bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” sambung Dahyal.
Aktivitas ini menjadi bagian dari inovasi berkelanjutan Pemkot Makassar, khususnya Bappeda Kota Makassar, dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui gerakan inklusivitas, diharapkan seluruh lapisan warga dapat berkontribusi dan menikmati hasil pembangunan secara merata.
”Keaktifan kader PKK di lapangan dinilai sebagai faktor krusial yang dapat mempercepat capaian target-target pembangunan daerah yang telah dirancang oleh Bappeda,” tutur Dahyal.
Dengan komitmen ini, Bappeda Kota Makassar optimistis mampu menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa mendatang. (*)
Comment