Perkuat Ketahanan Pangan, IPB dan Kementan Jalin Kolaborasi Strategis Berbasis Industri

Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Ujang Sumarwan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil membangun kemitraan strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi.

ads
ads

MENITNEWS.COM, BOGOR – Sinergi antara akademisi dan pemerintah menjadi kunci utama dalam memajukan sektor agrikultur nasional. Perwakilan IPB University, Ujang, menegaskan bahwa kolaborasi erat antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan IPB merupakan langkah krusial untuk menjawab tantangan industri berbasis pertanian saat ini.

Dalam pernyataannya pada Kamis (9/4/2026), Ujang memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang dinilai proaktif merangkul perguruan tinggi.

“Kebijakan pertanian adalah cerminan kebutuhan industri. Kemitraan yang dibangun Pak Mentan dengan perguruan tinggi sangat penting bagi kami untuk menyelaraskan kurikulum dan riset dengan realitas di lapangan,” ujar Ujang.

Respons Cepat Terhadap Kebijakan Strategis

Ujang menilai hubungan intensif antara IPB dan pemerintah bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret yang harus diperkuat. IPB menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan merespons setiap kebijakan strategis yang dirumuskan oleh Kementan.

Beberapa poin utama kolaborasi tersebut meliputi:

  • Dukungan Komoditas Unggulan: IPB berkomitmen memberikan dukungan teknis dan saintifik terhadap pengembangan komoditas prioritas pemerintah.

  • Komunikasi Dua Arah: Pemerintah tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga aktif mendengarkan kebutuhan fasilitas dan riset di lingkungan kampus.

  • Implementasi Kebijakan: Penyelarasan program kampus agar sejalan dengan visi kedaulatan pangan nasional.

Keberpihakan Nyata pada Nasib Petani

Selain aspek teknis, Ujang menyoroti sisi humanis dalam kebijakan Mentan Amran. Menurutnya, kesejahteraan petani hanya bisa dicapai jika ada keberpihakan politik yang nyata dan rasa peduli dari pemegang kebijakan.

“Keberpihakan kepada petani saat ini luar biasa. Kebijakan ‘kepedulian’ yang ditunjukkan Pak Menteri adalah kunci untuk mengangkat derajat hidup para petani kita,” tegasnya.

Mengajak Sektor Lain Meneladani Kementan

Ujang juga mendorong agar semangat keberpihakan terhadap petani ini menular ke kementerian dan lembaga negara lainnya. Ia menekankan bahwa petani adalah tulang punggung ketahanan nasional yang sudah semestinya diberdayakan, bukan sekadar dijadikan objek program.

Harapan untuk Masa Depan Pertanian:

  1. Transformasi Mentalitas: Seluruh program pemerintah diharapkan bermuara pada kesejahteraan masyarakat bawah (petani).

  2. Pemberdayaan Berkelanjutan: Petani perlu bantuan nyata agar profesi ini tetap lestari dan menguntungkan.

  3. Sinergi Antar-Lembaga: Mengimbau menteri lain untuk mencontoh pendekatan Mentan dalam merumuskan kebijakan yang menguntungkan rakyat kecil.

“Peduli itu berarti berpihak. Jika petani tidak dibantu dan tidak dipedulikan, maka swasembada pangan dan kesejahteraan nasional akan sulit tercapai,” pungkas Ujang. (*)

Comment