MENITNEWS.COM, PANGKEP — Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Hal ini diwujudkan melalui agenda “Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor TAMASYA” yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas P2KBP3A Kabupaten Pangkep, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Pangkep, dr. Hj. St. Nurliah Sanusi, M.M, didampingi oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH., MM, serta Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting.
Pertemuan ini dihadiri oleh 18 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Fokus utama koordinasi ini adalah menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen lintas sektor, dalam pembentukan program TAMASYA (Tempat Penitipan Anak dengan Layanan Pengasuhan yang Berkualitas).
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, menegaskan bahwa kehadiran TAMASYA merupakan strategi kunci dalam menciptakan ekosistem yang mendukung produktivitas keluarga tanpa mengabaikan hak-hak anak.

”Hadirnya TAMASYA diharapkan menjadi solusi nyata dalam menyediakan tempat penitipan anak yang memiliki standar layanan pengasuhan berkualitas, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas orang tua di tempat kerja,” ujar Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin.
Saat ini, Kabupaten Pangkep tercatat telah memiliki satu unit layanan TAMASYA.
Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan pengasuhan yang terpercaya, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, mendorong Pemerintah Daerah untuk menginisiasi kembali pembentukan titik-titik TAMASYA baru di berbagai wilayah strategis.
Langkah awal implementasi ini dimulai dengan penguatan koordinasi agar setiap sektor—baik pendidikan maupun ketenagakerjaan—dapat berperan aktif sesuai porsinya.
Program ini juga dipandang sebagai bagian dari intervensi jangka panjang, dalam pencegahan stunting melalui pola asuh yang tepat sejak dini.
Kemendukbangga/BKKBN Sulsel berharap, kegiatan ini mampu menjadi momentum transformasi bagi Kabupaten Pangkep, dalam mewujudkan daerah yang benar-benar ramah anak dan sejahtera. (*)
Comment