MENITNEWS.COM, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), secara resmi menunjuk Tokoh Nasional sekaligus pengusaha senior, yang juga adik kandung Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, sebagai Ketua Dewan Penasihat organisasi.
Pengukuhan ini berlangsung dalam agenda strategis di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya APPMBGI untuk memperkuat struktur organisasi dalam mengawal salah satu agenda prioritas nasional, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bergabungnya Hashim diharapkan mampu memberikan arah kebijakan yang lebih tajam dan terukur.
Prosesi penunjukan ini tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga mendapat sorotan luas dengan kehadiran sejumlah tokoh penting.
Tampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, serta Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto.
Kehadiran para pejabat tinggi ini mempertegas urgensi peran APPMBGI, dalam memastikan distribusi dan kualitas nutrisi masyarakat melalui program MBG berjalan tanpa hambatan di seluruh penjuru Tanah Air.

Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa sosok Hashim Djojohadikusumo memiliki kapasitas strategis yang dibutuhkan organisasi untuk menjembatani berbagai kepentingan pemangku kebijakan.
”Peran Ketua Dewan Penasihat sangat krusial dalam memberikan pandangan strategis. Fokus utama kami adalah memastikan program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan yang terpenting, berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Bro Rivai, sapaan akrab Abdul Rivai Ras, dalam keterangannya.
Menerima amanah tersebut, Hashim menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi aktif.
Ia menekankan bahwa penguatan program MBG, merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Dengan masuknya Hashim ke dalam jajaran pimpinan, APPMBGI optimistis dapat membangun sinergi yang lebih solid, antara sektor swasta (pengusaha dapur) dengan pemerintah selaku regulator.
Konsolidasi APPMBGI ini, diharapkan mampu mengoptimalkan implementasi operasional di lapangan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. (*)
Comment