Era Baru Pemkot Makassar: Munafri-Aliyah Seleksi Terbuka Kepala Puskesmas

ads
ads

MENITNEWS​MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA), melakukan langkah revolusioner di sektor kesehatan.

Saat ini, seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Puskesmas (Kapus) di 47 titik se-Kota Makassar telah memasuki fase final, Jumat (10/4/2026).

​Langkah strategis ini diambil untuk menghapus dominasi pejabat Pelaksana Tugas (Plt) yang telah berlangsung sejak 2019.

Dengan mendefinitifkan jabatan pimpinan di garda terdepan kesehatan, Pemkot Makassar menargetkan penguatan kewenangan dan tanggung jawab pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seleksi ini merupakan implementasi nyata dari prinsip the right man on the right place.

Ia menginginkan pimpinan fasilitas kesehatan memiliki legalitas kuat untuk melakukan inovasi.

​”Kami mendorong percepatan penetapan Kepala Puskesmas definitif melalui seleksi yang transparan. Ini penting agar setiap pimpinan memiliki kejelasan kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam melayani masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan,” ujar pria yang akrab disapa Appi tersebut.

Paradigma Baru: Bidan dan Nakes Masyarakat Bisa Jadi Kapus

​Ada hal menarik dalam seleksi tahun 2026 ini. Pemkot Makassar membuka ruang bagi berbagai latar belakang profesi kesehatan untuk menjadi Kepala Puskesmas.

Tidak hanya terbatas pada profesi Dokter, kini Bidan hingga lulusan kesehatan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Puskesmas, selama memiliki kompetensi manajerial yang mumpuni.

​Tercatat, sebanyak 84 peserta telah mengikuti rangkaian tes ketat sejak Maret lalu, meliputi Tes tertulis, Uji kompetensi dan keahlian, serta Wawancara mendalam terkait manajerial dan integritas.

​”Prosesnya sudah berjalan dan kami tinggal menunggu akumulasi skor akhir. Setelah penilaian selesai, para peserta yang lolos akan segera kita kukuhkan sesuai penempatannya,” tambah Munafri.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menjelaskan bahwa materi seleksi dirancang untuk menyaring figur yang paham akan tata kelola keuangan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

​”Pak Wali Kota ingin semua posisi diisi pejabat definitif agar pertanggungjawabannya jelas. Kami menguji kemampuan mereka dalam menyusun perencanaan, menyerap aspirasi masyarakat, hingga komitmen dalam menuntaskan program prioritas seperti penanganan stunting,” jelas Zulkifly.

​Saat ini, hasil seleksi tengah dalam tahap penghitungan nilai akhir oleh tim penilai.

Pemkot Makassar menargetkan dalam satu pekan ke depan hasil peringkat akan dirapatkan bersama BKPSDMD dan Dinas Kesehatan sebelum pengumuman resmi dilakukan.

​Rencananya, pelantikan Kepala Puskesmas akan diprioritaskan terlebih dahulu, sebelum berlanjut ke agenda pengukuhan Kepala Sekolah di lingkup Pemerintah Kota Makassar. (*)

Comment