Studi Terbaru: Radiasi Ponsel Terbukti Tidak Memicu Kanker, Ahli Ingatkan Risiko Lain

IIlustrasi (Sumber: VOI/Pexels//Shvets Production)

ads
ads

MENITNEWS.COM, JAKARTA – Selama bertahun-tahun, kekhawatiran mengenai radiasi ponsel yang dapat memicu kanker otak terus membayangi masyarakat. Namun, serangkaian penelitian terbaru—termasuk studi besar yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)—membawa kabar baik bagi para pengguna perangkat seluler di seluruh dunia.

Radiasi Rendah, Bukan Perusak DNA

Para ahli menjelaskan bahwa ponsel memancarkan jenis radiasi yang disebut frekuensi radio (radiofrequency radiation). Berbeda dengan radiasi ionisasi (seperti sinar-X) yang memiliki energi cukup kuat untuk merusak DNA, radiasi ponsel termasuk dalam kategori energi rendah.

Jenis radiasi ini sebenarnya telah lama ada di sekitar kita, dipancarkan oleh perangkat rumah tangga sehari-hari seperti televisi, microwave, hingga jaringan Wi-Fi.

Hasil Studi WHO 2024: Tidak Ada Hubungan Signifikan

Kekhawatiran publik sering kali didasari oleh posisi ponsel yang digunakan sangat dekat dengan kepala. Menanggapi hal tersebut, sebuah studi komprehensif pada tahun 2024 yang melibatkan hampir 5.000 peserta memberikan titik terang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara penggunaan ponsel dengan peningkatan risiko tumor otak. Temuan ini juga berlaku bagi pengguna ekstrem atau mereka yang telah menggunakan ponsel selama lebih dari 10 tahun.

“Ini adalah studi paling lengkap yang pernah dilakukan. Hasilnya memberikan kepastian bahwa ponsel tidak secara otomatis menyebabkan tumor otak,” ujar Dr. Herbert Newton, seorang ahli neuro-onkologi terkemuka.

Bagaimana dengan Dampak ke Jantung?

Selain isu kanker, radiasi ponsel juga sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun, para ahli jantung menilai klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah yang valid.

Ahli jantung Dr. Karishama Patwa menegaskan bahwa data medis saat ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara radiasi perangkat seluler dengan penyakit kardiovaskular. “Bukti yang ada tidak mendukung adanya hubungan langsung antara keduanya,” tuturnya.

Ancaman Nyata: Penggunaan Berlebihan

Meski radiasi dinyatakan relatif aman, para ahli menekankan bahwa ancaman kesehatan yang sebenarnya justru berasal dari perilaku penggunaan ponsel itu sendiri.

Paparan layar yang berlebihan terbukti memberikan dampak negatif yang jauh lebih nyata, di antaranya:

  • Masalah Fisik: Kelelahan mata (digital eye strain), nyeri leher, dan gangguan postur tubuh.

  • Masalah Mental: Peningkatan risiko stres, kecemasan, hingga depresi.

Para ahli menyarankan agar masyarakat mulai mengalihkan fokus dari ketakutan akan radiasi menuju pola penggunaan yang sehat. Membatasi waktu layar (screen time) dan menjaga postur tubuh saat menggunakan perangkat jauh lebih krusial untuk kesehatan jangka panjang dibandingkan mencemaskan sinyal frekuensi radio. (*)

Comment