MENITNEWS.COM, JAKARTA — Anjungan Sulawesi Barat (Sulbar) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), konsisten memperkuat upaya pelestarian warisan leluhur melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat) seni.
Kegiatan ini menyasar anak-anak di Jakarta, untuk mempelajari tari dan musik tradisional khas tanah Mandar secara rutin setiap pekan.
Program yang digagas oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat ini, menjadi wadah edukasi sekaligus jembatan budaya yang menghubungkan kekayaan tradisi Sulawesi Barat, dengan generasi muda di metropolitan.
Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur seni profesional, untuk menguasai teknik dasar gerakan tari hingga kemahiran memainkan alat musik tradisional.
Kepala Sub Bidang Promosi Informasi dan Investasi Daerah, Nurul Farasmy, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mempromosikan potensi daerah di level nasional.
“Melalui diklat di Anjungan Sulbar ini, kami tidak hanya menjaga keberlangsungan seni budaya, tetapi juga membangun daya tarik daerah sejak dini bagi warga Jakarta,” ujar Nurul dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan di Anjungan Sulbar ini, juga menjadi representasi nyata dari implementasi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Fokus utamanya adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, serta memiliki kebanggaan terhadap nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi di setiap sesinya.
Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya dapat mengenal budaya di luar domisilinya.
“Saya senang sekali bisa belajar tari dan musik tradisional. Selain seru, saya jadi tahu betapa indahnya budaya dari Sulawesi Barat,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, Anjungan Sulbar diharapkan dapat terus menjadi pusat literasi budaya yang hidup, sekaligus magnet pariwisata bagi masyarakat Jakarta yang ingin mengenal lebih dekat profil dan kekayaan alam “Provinsi Ke-33” tersebut. (*)
Comment