KSSK Ungkap Kondisi Sistem Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I tahun 2026 berada dalam kondisi terjaga.

Capaian ini diraih di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian ekonomi dunia.

​Dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK II-2026, lembaga yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan.

Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh 5,61%

Di saat ekonomi dunia diprediksi melambat ke angka 3,1% pada 2026, ekonomi Indonesia justru mencatatkan performa impresif.

Pada triwulan I-2026, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,61% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,39%.

​”Pertumbuhan ini didorong oleh akselerasi belanja Pemerintah, khususnya pada program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Desa Nelayan, dan Sekolah Rakyat,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, konsumsi rumah tangga tetap kuat didukung oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan bantuan sosial yang efektif menjaga daya beli masyarakat.

Dari sisi moneter, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy), tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

​Sementara itu, ketahanan eksternal tetap kokoh dengan neraca perdagangan Januari-Maret 2026 yang mencatat surplus sebesar USD 5,5 miliar.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 pun tetap kuat di angka USD 148,2 miliar, setara dengan 6 bulan impor.

Hingga triwulan I-2026, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% (yoy).

APBN terus menjalankan fungsinya sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari guncangan ekonomi global, termasuk melalui subsidi energi dan stabilisasi harga pangan melalui Bulog.

Sektor keuangan juga menunjukkan performa yang solid:

​Perbankan: Permodalan (CAR) berada pada level tinggi 25,09% dengan pertumbuhan kredit mencapai 12,40% (yoy).

​Pasar Modal: Jumlah investor pasar modal terus meningkat hingga mencapai 24,74 juta SID pada triwulan I-2026.

​Aset Kripto: OJK mencatat nilai transaksi aset kripto selama Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun.

​Ke depan, KSSK akan terus mewaspadai risiko dinamika global dan memastikan kebijakan forward looking tetap dilakukan secara terkoordinasi

Ini demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. KSSK dijadwalkan akan kembali menyelenggarakan rapat berkala pada Juli 2026 mendatang. (*)

Comment