MENITNEWS.COM, YOGYAKARTA — Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, hadir sebagai salah satu pembicara dalam ajang Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sesi bertajuk CEO Talks tersebut, ia memaparkan visi strategis perusahaan, mengenai pentingnya hilirisasi dan pengembangan industri rendah karbon dalam transformasi ekonomi nasional.
Acara berskala nasional ini diselenggarakan oleh CNBC Indonesia, yang berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bernardus Irmanto menegaskan bahwa, keterlibatan industri mineral kritis, khususnya komoditas nikel.
Dimana saat ini, PT Vale Indonesia memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan arah pembangunan ekonomi masa depan yang ramah lingkungan.

”Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperkuat perannya sebagai perusahaan tambang mineral kritis pendukung transisi energi global dan pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah,” jelas Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto.
Raih Pendanaan Berkelanjutan Terbesar
Momentum pembahasan ini dinilai sangat relevan bagi PT Vale Indonesia, terlebih setelah perusahaan berhasil mengamankan fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) hingga mencapai US$750 juta.
Pendanaan berbasis lingkungan tersebut, tercatat sebagai salah satu pembiayaan berkelanjutan terbesar yang pernah dikucurkan di sektor pertambangan Indonesia.
Seiring dengan percepatan transisi energi di tingkat global, industri nikel kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai sektor ekstraktif komoditas mentah.
Industri ini telah bertransformasi menjadi bagian integral dari ekosistem ekonomi hijau (green economy ecosystem), serta magnet utama bagi investasi berkelanjutan oleh PT Vale Indonesia di Tanah Air. (*)
Comment