Kalah Dari Madura United, PSM Makassar Akhiri BRI Super League 2025/2026 di Ambang Jurang Degradasi

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Laga pamungkas kompetisi sepak bola kasta tertinggi Tanah Air, BRI Super League musim 2025/2026, menjadi akhir yang kelam bagi PSM Makassar.

Tim berjuluk Pasukan Ramang ini menyudahi kompetisi dengan kekalahan pahit 0-2 dari Madura United FC, di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu (23/5/2026) sore WITA.

​Kekalahan ini memaksa PSM Makassar terdampar di peringkat ke-15 klasemen akhir dengan raihan 34 poin dari 34 laga.

Beruntung bagi skuad Juku Eja, posisi mereka terselamatkan secara dramatis dari jeratan degradasi ke Liga 2, berkat keunggulan rekor pertemuan (head-to-head) atas Persis Solo yang finis di peringkat ke-16 dengan poin yang sama.

​Sepanjang musim 2025/2026, performa juara Liga 1 musim 2022/2023 ini terjun bebas. PSM Makassar hanya mampu mencatatkan 8 kemenangan, 10 hasil imbang, dan dipaksa menelan 16 kali kekalahan.

Produktivitas gol tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini juga memprihatinkan, dengan hanya mencetak 39 gol dan kebobolan hingga 49 kali (selisih gol -10).

​Pada pekan penentu (pekan ke-34), Persis Solo sebenarnya berhasil menang 3-1 atas Persita Tangerang, dan menyamai perolehan 34 poin milik PSM.

Namun, regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang mendahulukan head-to-head menyelamatkan PSM Makassar.

Dari dua pertemuan musim ini, PSM Makassar bermain imbang 1-1 saat tandang, dan menang dramatis 4-3 saat menjamu Persis Solo.

Alhasil, Persis Solo yang harus turun kasta menyusul Semen Padang FC dan PSBS Biak yang lebih dahulu terdegradasi dari Liga 1.

​Sorotan Pengamat: Evaluasi Total atau Terus Terpuruk

​Menanggapi hasil buruk bin krusial yang menimpa mantan timnya, pengamat sepak bola nasional sekaligus mantan pelatih dan legenda hidup PSM Makassar, Imran Amirullah, memberikan analisis mendalam.

Menurutnya, performa musim ini harus menjadi alarm keras bagi jajaran manajemen dan tim pelatih PSM Makassar.

​”Ini adalah rapor paling merah bagi PSM Makassar dalam beberapa musim terakhir. Lolos dari degradasi murni karena regulasi head-to-head bukanlah sesuatu yang layak dirayakan untuk tim sebesar Juku Eja,” kata Imran Amirullah.

“Sejak awal musim, saya melihat chemistry antarpemain, terutama barisan asing baru dan pemain lokal, tidak pernah benar-benar padu,” tambah Imran Amirullah, Minggu (24/5/2026).

​Imran juga menyoroti hilangnya karakter permainan cepat dan keras, yang selama ini menjadi identitas utama Pasukan Ramang.

​”Karakter Siri’ na Pacce dan permainan menekan yang spartan seolah hilang. Lini pertahanan kita sangat rapuh, kebobolan hingga 49 gol dalam satu musim, itu membuktikan organisasi permainan yang tidak jalan. Transisi dari menyerang ke bertahan sangat lambat,” bebernya.

​Menatap musim depan, pemegang lisensi A AFC ini mendesak manajemen PSM Makassar, untuk segera melakukan perombakan massal dan evaluasi total, tanpa harus menunggu kompetisi baru mendekat.

​”Manajemen tidak boleh menutup mata. Harus ada evaluasi total terhadap komposisi pemain, baik lokal maupun asing, bahkan hingga ke sektor kepelatihan. Pemilihan pemain di bursa transfer musim depan harus selektif dan sesuai kebutuhan taktikal modern, bukan sekadar membeli nama. Jika tidak ada perubahan radikal dalam sistem pengelolaan tim, musim depan PSM Makassar bisa benar-benar terjun ke Liga 2,” tegas Imran memungkasi analisisnya. (*)

Comment