MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Menjelang Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, dinamika organisasi mulai menghangat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, menyerukan agar seluruh insan pers tetap memprioritaskan persatuan organisasi di atas perbedaan pilihan.
Abdul Razak yang akrab disapa Aca, menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar ajang perebutan kursi ketua.
Melainkan momentum krusial untuk menentukan arah masa depan PWI Sulsel, sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar.
”Mari kita songsong Konferensi PWI Sulsel dengan melihat bahwa PWI ini milik kita bersama. Bukan milik orang per orang atau kelompok tertentu, tetapi rumah besar seluruh insan pers,” ujar Aca di Makassar, Minggu (24/5/2026).
Pemegang KTA-B PWI Sulsel ini juga mengingatkan setiap anggota, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi.
Tentunya agar PWI Sulsel tetap independen, sehat, dan inklusif tanpa sekat kepentingan.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam iklim demokrasi adalah hal yang wajar, namun tidak boleh memicu perpecahan.
Ia berharap proses demokrasi dalam tubuh PWI Sulsel, dapat berjalan elegan dengan mengedepankan adu gagasan dan etika.
”Gunakan hak pilih dengan hati nurani dan tanggung jawab demi menuju PWI Sulsel yang lebih baik, lebih terbuka, dan lebih memberi manfaat bagi seluruh anggota,” ajaknya.
Siapa pun pemimpin yang terpilih nantinya, lanjut Aca, harus mampu merangkul semua elemen.
Langkah ini dinilai penting, agar PWI Sulsel siap menghadapi tantangan dunia pers modern yang terus berkembang, sekaligus memperkuat solidaritas wartawan di Sulawesi Selatan. (*)
Comment