MENITNEWS.COM, JAKARTA — Mantan Kapolres Lumajang yang dikenal luas sebagai “Komandan Cobra”, Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H, resmi ditetapkan masuk dalam tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas pada ajang Hoegeng Awards 2026.
Penetapan tersebut diumumkan oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 setelah melalui proses verifikasi yang ketat dan berlapis.
Proses seleksi tersebut meliputi rekam jejak, gaya hidup, hingga pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para kandidat.
Arsal dinilai memenuhi standar tinggi pada kategori paling bergengsi ini berkat konsistensinya menjaga integritas dan keberaniannya memberantas kriminalitas.
Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Habiburokhman, mengungkapkan bahwa penilaian untuk kategori ini sangat rumit karena menyangkut rekam jejak yang menyeluruh.
“Kita harus membaca benar sampai ke catatan LHKPN-nya, wajar atau tidak, ada conflict of interest atau tidak. Karena masing-masing kandidat punya prestasi terkait integritas, tetapi kita tidak bisa menilai seseorang hanya sebagian saja. Itu yang paling rumit,” ujar Habiburokhman di Jakarta.
Senada dengan hal itu, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Qotrunnada Wahid, menegaskan bahwa sosok yang terpilih harus benar-benar bersih, jujur, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik Polri tanpa kompromi.
Mantan Plt. Pimpinan KPK, Mas Achmad Santosa, juga menambahkan bahwa publik saat ini sedang menunggu figur polisi yang benar-benar berintegritas.
Nama Arsal Sahban melejit saat menjabat sebagai Kapolres Lumajang pada periode 2018–2019.
Kala itu, ia membentuk Tim Cobra, sebuah satuan khusus yang sukses menekan angka kejahatan jalanan, begal, pencurian sapi, hingga tambang pasir ilegal secara signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kriminalitas di Lumajang mencapai titik terendah pada tahun 2019, saat dipimpin Arsal.
Rata-rata kasus kriminalitas yang sebelumnya mencapai 525 kasus per tahun (2016–2018), berhasil ditekan menjadi hanya 312 kasus pada 2019, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 88,46 persen.
Ketegasan Arsal di lapangan juga diimbangi dengan komitmen menolak suap. Mantan Kepala Tim Cobra, Hasran, mengungkapkan bahwa Arsal pernah menolak berbagai upaya intervensi perkara, termasuk menolak suap bernilai fantastis.
“Beberapa kali ada yang menawarkan sesuatu untuk melancarkan kasus, tetapi beliau menolak. Bahkan pernah ada yang menawarkan sampai dua koper. Kalau soal integritas, tidak diragukan lagi,” kata Hasran, Senin (25/5/2026).
Selain bertugas di kepolisian, Arsal saat ini aktif sebagai dosen tetap di STIK-PTIK dengan jabatan akademik Lektor.
Pada Desember 2025, ia menyelesaikan pendidikan Sespimti Polri Dikreg 34 Gelombang 2, dan meraih penghargaan naskah strategis terbaik di bidang novelty.
Karya ilmiahnya berfokus pada mitigasi kejahatan keuangan berbasis blockchain (cyber dependent financial crime).
Arsal juga sukses menginisiasi kerja sama akademik internasional antara STIK-PTIK dengan Northern Illinois University (NIU) Amerika Serikat, yang mencakup pertukaran mahasiswa hingga riset jurnal internasional.
Di sisi lain, kehidupan sosialnya tetap membumi. Arsal diketahui aktif menjabat sebagai Ketua RT di wilayah Tanjung Duren selama lebih dari 15 tahun dan kembali terpilih secara aklamasi pada Oktober 2024 lalu.
Menanggapi keberhasilannya masuk dalam tiga besar Hoegeng Awards 2026, Arsal menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya, terutama kepada masyarakat Lumajang yang masih terus mendukungnya.
“Saya bersyukur dan berterima kasih, terutama kepada masyarakat Lumajang. Saya tidak pernah menargetkan ini dan tidak terobsesi menjadi pemenang. Yang paling berharga bagi saya adalah masyarakat Lumajang masih mengingat dan mempercayai saya, bahkan mengusulkan nama saya meski sudah tujuh tahun saya meninggalkan Lumajang,” pungkas Arsal.
Sebagai informasi, tiga besar kandidat yang memperebutkan penghargaan Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026 adalah Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, Kombes Norul Hidayat, dan Kombes Yimmy Kurniawan. (*)
Comment