BKKBN Kick Off Pelayanan KB Serentak HARGANAS ke-33 di Maros, Targetkan 751 Ribu Akseptor Baru

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAROS – Menyambut Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN resmi memulai Kick Off Pelayanan KB Serentak secara nasional. Di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, peluncuran program ini dipusatkan di Puskesmas Maros Baru, Kelurahan Baji Pa’mai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Senin (8/6/2026).

Langkah ini diambil sebagai momentum krusial untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB) berkualitas, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Investasi Strategis Bangsa

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., membuka langsung kegiatan tersebut secara daring dari Jakarta. Dalam arahannya, Wihaji menegaskan bahwa program KB hari ini bukan lagi sekadar upaya pengendalian angka kelahiran, melainkan sebuah investasi besar bagi masa depan negara.

“Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bukan hanya tentang pengendalian kelahiran, tetapi juga pemenuhan hak reproduksi masyarakat sekaligus investasi strategis untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujar Wihaji.

Ia menambahkan, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kesiapan negara dalam memastikan setiap keluarga tumbuh sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera. Pengasuhan yang adil dan seimbang menjadi hak mutlak anak-anak Indonesia untuk tumbuh menjadi generasi unggul.

Target 1.340 Akseptor di Kabupaten Maros

Di lokasi acara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, S.T., M.Eng., memantau langsung jalannya pelayanan. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang bergerak cepat di lapangan. Menurutnya, pelayanan serentak ini memegang peran ganda, yakni meningkatkan capaian peserta KB aktif sekaligus menekan angka stunting di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., memaparkan bahwa dengan total populasi sekitar 430 ribu jiwa dan 57.144 Pasangan Usia Subur (PUS), Kabupaten Maros membidik target 1.340 akseptor baru selama masa perayaan HARGANAS ke-33.

Pemerintah Kabupaten Maros merinci target tersebut ke dalam beberapa kategori pelayanan:

  • MKJP KBPP: 450 akseptor

  • Non-MKJP KBPP: 450 akseptor

  • MKJP Non-KBPP: 89 akseptor

  • Non-MKJP Non-KBPP: 351 akseptor

“Kami optimistis target ini dapat tercapai melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh KB, pemerintah daerah, hingga mitra kerja di lapangan,” kata Davied optimistis.

Guna memuluskan target tersebut, Maros mengerahkan 99 Penyuluh KB dan 138 Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD)/Tim Pendamping Keluarga (TPK). Aksi ini juga dikawal ketat oleh Forkopimda, TNI-Polri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Tim Penggerak PKK, hingga kepala desa dan lurah setempat.

Capaian Hari Pertama Hari Pertama

Pada hari pertama pelaksanaan di Puskesmas Maros Baru, tercatat sebanyak 65 akseptor langsung mendapatkan pelayanan di tempat. Adapun rincian pelayanan yang diberikan meliputi:

  • 20 peserta implan

  • 5 peserta IUD

  • 10 peserta pil KB

  • 10 peserta suntik KB

  • 5 peserta kondom

  • 15 peserta pencabutan implan

Selain layanan dasar di Puskesmas, pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) juga disiapkan di RSUD La Palaloi dan Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Dody Sardjoto dengan target lima akseptor.

Secara nasional, Pelayanan KB Serentak HARGANAS 2026 ini akan bergulir selama satu bulan penuh, mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026, dengan target menjaring lebih dari 751 ribu peserta KB baru di seluruh penjuru Indonesia.

“Di balik target pelayanan yang kita tetapkan, terdapat jutaan keluarga Indonesia yang harus kita jaga kesehatan, keselamatan, dan masa depannya. Pelayanan KB yang berkualitas akan membantu melahirkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Menteri Wihaji. (*)

Comment