RS Unhas Perkuat Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pasien

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RS Unhas), terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang digelar di Auditorium Prof. Dr. dr. Syamsu, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh staf dan seluruh jajaran pegawai RS Unhas sebagai bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien yang mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Direktur RS Unhas, Andi Muhammad Ichsan, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Menurutnya, penerapan prinsip-prinsip WBK dan WBBM akan memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat. Sebagai institusi yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pasien, rumah sakit dituntut untuk terus melakukan perubahan yang berorientasi pada pelayanan prima.

“Jika ini dijalankan dengan baik, pelayanan akan semakin berkualitas. Rumah sakit merupakan institusi yang bersentuhan langsung dengan pasien, sehingga Zona Integritas menjadi perubahan yang perlu diprioritaskan karena sejalan dengan cita-cita pelayanan RS Unhas,” ujar Prof. Ichsan.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Penilai PTN Zona Integritas Unhas, Ishaq Rahman, memaparkan sejumlah aspek yang menjadi fokus penilaian pembangunan Zona Integritas di lingkungan rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya didasarkan pada kelengkapan administrasi dan dokumen pendukung, tetapi juga implementasi nyata di lapangan. Bahkan, tim penilai dari kementerian dapat melakukan observasi langsung terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.Menurut Ishaq, berbagai aspek sederhana namun mendasar dapat menjadi indikator keberhasilan penerapan Zona Integritas, seperti keberadaan petunjuk arah yang jelas, keramahan petugas keamanan, hingga kualitas layanan di lini terdepan rumah sakit.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya tanggung jawab unit tertentu, melainkan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh elemen rumah sakit. Kejelasan prosedur pelayanan, kenyamanan fasilitas, dan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik menjadi faktor penting dalam proses evaluasi.

Selain itu, perubahan budaya kerja yang berkelanjutan dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan meraih predikat WBK maupun WBBM. Pimpinan dan seluruh pegawai diharapkan mampu membangun lingkungan kerja yang mendukung pelayanan optimal kepada masyarakat.

Ishaq mencontohkan pentingnya pengaturan pola kerja petugas keamanan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang responsif dan profesional kepada pengunjung maupun pasien.

Tak hanya pelayanan langsung, pengelolaan media dan keterbukaan informasi publik juga menjadi perhatian dalam penilaian Zona Integritas. Tim Penilai Nasional, kata dia, turut menelusuri aktivitas digital suatu unit kerja untuk melihat inovasi, transparansi, serta komitmen dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, RS Unhas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sebagai rumah sakit pendidikan yang setiap hari berinteraksi dengan pasien dan masyarakat, implementasi Zona Integritas RS Unhas diharapkan mampu menciptakan layanan yang lebih profesional, transparan, dan terpercaya. (*)

Comment