Ruas Jalan Strategis di Gowa, Takalar, Jeneponto Hingga Bone Terus Dibenahi, Pemprov Sulsel Percepat Proyek MYP

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), terus menggenjot pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis melalui program Multi Years Project (MYP) yang saat ini berlangsung di berbagai kabupaten dan kota.

Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Berdasarkan laporan progres terbaru, pekerjaan yang sedang berjalan mencakup pengaspalan, pembangunan bahu jalan, perbaikan drainase, preservasi jalan, hingga pembangunan dinding penahan tanah pada sejumlah koridor strategis yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Pada Paket 2, pekerjaan meliputi pembangunan lapis pondasi agregat kelas A di ruas Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto. Selain itu, dilakukan pembangunan bahu jalan beton pada ruas Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar serta pengaspalan lapis aus (AC-WC) dan pembangunan bahu jalan beton di ruas Panciro–Batas Kota Makassar.

Pekerjaan juga berlangsung di ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba dan Palleko–Towata. Sementara di ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Pattallassang dilakukan galian perkerasan menggunakan mesin cold milling sebagai bagian dari persiapan peningkatan kualitas badan jalan.

Pada Paket 3, fokus pekerjaan diarahkan pada pembangunan bahu jalan beton mutu FC’15 MPa di ruas Pangkajene Rappang–Sidrap. Selain itu, pekerjaan overlay AC-BC juga dilaksanakan di ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tantutedong.

Adapun pada Paket 4, kegiatan preservasi jalan terus dilakukan Pemprov Sulsel di ruas Impa-Impa–Anabanua dan Doping–Atapange. Sementara pembangunan drainase berlangsung di ruas Anabanua–Malake–Batas Kabupaten Sidrap guna meningkatkan daya tahan konstruksi jalan sekaligus memperlancar aliran air.

Sedangkan pada Paket 5, pekerjaan difokuskan oleh Pemprov Sulsel pada pembangunan drainase di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, penghamparan lapis antara aspal beton (AC-BC), pembangunan dinding penahan tanah (DPT), serta pekerjaan lapis pondasi agregat di koridor Ujung Lamuru–Palattae.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan percepatan proyek tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.

“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Perbaikan ini juga diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Rosyadi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, penanganan berkelanjutan pada ruas-ruas strategis tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pusat layanan dan kawasan ekonomi, sekaligus mempercepat waktu tempuh perjalanan antarwilayah.

“Peningkatan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, seluruh pekerjaan terus dipacu agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Pemprov Sulsel menargetkan seluruh pekerjaan dalam program MYP dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan rampungnya proyek tersebut, konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan diharapkan semakin kuat.

Sehingga harapan Pemprov Sulsel, mampu mendukung distribusi barang dan jasa, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. (*)

Comment