MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Debat Publik kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, berlangsung seru. Pada sesi pertama, paslon 1 Danny Pomanto- Azhar Arsyad (DIA), menyinggung permasalahan tata kelola hutan dan lahan di masa jabatan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) sebagai Gubernur Sulsel.
Danny Pomanto menanyakan peran Andi Sudirman Sulaiman dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Danny menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Kabupaten Luwu, disebabkan karena minimnya pelibatan masyarakat setempat terkait daerah-daerah yang bisa tersentuh proyek tambang.
Berdasarkan fakta di lapangan, Danny telah menanyakan langsung ke masyarakat di tiga wilayah seperti Seko, Rongkong, dan Rampi. Masyarakat di sana mengaku tak dilibatkan dalam proses penyusunan tata tuang dan wilayah (RTRW) atau Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Bahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tidak pernah melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat.
“Katanya di Kawasan Seko, Rampi, dan Rongkong, tata ruangnya sudah hampir selesai. Saya tanya mereka (warga), mereka dilibatkan atau tidak. Mereka menjabat tidak dilibatkan sama sekali,” kata DP akronimnya, saat menanggapi tanggapan Andi Sudirman pada sesi pertama yang membahas tema Tata Kelola Hutan dan Lahan.
Paslon nomor urut 1 tersebut, menegaskan bahwa dalam perencanaan tata ruang harus melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat yang paham betul daerah sekitar, khususnya masyarakat adat.
“Rampi, Seko, Rongkong ada masyarakat adatnya, mereka paham betul. Ada tanah-tanah ulayat juga disitu, mereka harus dilibatkan, kalau tidak dilibatkan akibatnya seperti di Luwu sekarang banjir permanen,” tegas Danny. (far)
Comment