​Gencarkan Program Genting, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Jemput Bola di Selayar: Langkah Nyata Tekan Stunting

ads
ads

MENITNEWS.COM, SELAYAR — Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menunjukkan komitmen serius dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, salah satunya lewat program Quick Win yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan PT. Pertamina, menggelar kegiatan “Penguatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Wilayah Khusus” yang dipusatkan di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Selayar. Dalam acara ini, dilakukan sedekah Genting dari Kemendukbangga/BKKBN Sulsel dan Pertamina.

​Kegiatan ini merupakan strategi “jemput bola” untuk memaksimalkan program Genting, serta memastikan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KR) yang setara dan berkualitas dapat diakses oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil dan sulit dijangkau seperti di Wilayah Kepulauan Selayar ini.

​Penurunan Stunting Signifikan, Tetapi Perjuangan Belum Usai

​Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulsel, Shodiqin, SH., MM, menyampaikan kabar baik sekaligus tantangan yang masih ada. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024 berada di angka 23,3%.

​”Kabupaten Selayar telah menunjukkan progres yang luar biasa. Angka stunting tahun 2024 di Selayar tercatat sebesar 25,7 persen, yang berarti terjadi penurunan signifikan sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 31,3 persen,” ungkap Shodiqin.

​Meskipun terjadi penurunan, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus terus diintensifkan. Program KBKR, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), menjadi kunci untuk mencegah kelahiran bayi dengan risiko stunting baru.

​”Berencana itu keren. Dua anak lebih sehat,” menjadi pesan utama yang diserukan dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya mengatur jarak dan jumlah kelahiran untuk memaksimalkan pengasuhan dan kesehatan ibu serta anak.

​Kolaborasi Lintas Sektor dan Bantuan Bagi Keluarga Berisiko

​Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Selayar, Kepala DP3AP2KB Selayar, Danramil 01, serta jajaran Forkopimda terkait. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan aparat keamanan dalam menyukseskan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).

​Sebagai wujud dukungan dan intervensi gizi spesifik, dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan: ​Penyerahan Bantuan Telur dari PT Pertamina Makassar, dan Penyaluran Bantuan Genting dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.

​Bantuan ini secara langsung diserahkan kepada para keluarga sasaran yang memiliki risiko stunting (KRS) di Kecamatan Bontoharu.

​Perluasan Akses Pelayanan Sebagai Prioritas

​Kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR ini berfokus pada:

​Mendekatkan akses pelayanan KB di wilayah khusus, memastikan masyarakat yang terpencil mendapatkan kontrasepsi yang aman dan berkualitas.

​Meningkatkan penggunaan MKJP (seperti IUD dan Implan) yang terbukti paling efektif dalam perencanaan keluarga.

​Mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan terencana, yang merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulsel, Shodiqin berharap, dengan kegiatan ini seluruh lapisan masyarakat di Wilayah Kepulauan Selayar, termasuk yang terpencil dan sulit dijangkau, dapat memperoleh akses pelayanan KBKR yang setara dan berkualitas. (del)

Comment