DP3A Makassar Gelar Edukasi Kesehatan Mental di Era Digital

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, melalui kegiatan “Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan Kewenangan Kabupaten/Kota TA. 2025” dengan tema “Edukasi Tentang Kesehatan Mental di Era Digital Angkatan Ke-I (Satu)”.

​Acara edukasi ini diselenggarakan pada Rabu, 5 November 2025 di Hotel Ibis Style Jalan Ratulangi Makassar. Kegiatan ini merupakan inisiatif penting dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Makassar, untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang tantangan dan cara menjaga kesehatan mental di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital.

​Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala DP3A Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, dan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Fatma Wahyudin, Muh. Wija Hadi Perdana, dan Yuliatmi Pratiwi.

​Para narasumber menyampaikan materi tentang pentingnya “Edukasi Kesehatan Mental Di Era Digital”, membahas berbagai aspek seperti tekanan sosial media, cyberbullying, dan strategi pengelolaan emosi di ruang digital.

​Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari sambutan, pemaparan materi, hingga sesi foto bersama. Para peserta terdiri dari perwakilan lembaga dan mitra kerja DP3A, yang berkomitmen dalam perlindungan perempuan dan anak di Kota Makassar.

Menguatkan Jejaring dan Kapasitas Perlindungan

​Kepala Dinas DP3A Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, dalam sambutannya menekankan bahwa edukasi kesehatan mental ini adalah bagian integral dari upaya penguatan jejaring lembaga.

​”Kami menyadari bahwa kesehatan mental adalah fondasi utama bagi setiap individu, terutama di era digital ini. Dengan jejaring yang kuat dan kapasitas yang teredukasi, kita dapat memberikan layanan perlindungan yang lebih holistik dan responsif kepada perempuan dan anak di Kota Makassar,” ujarnya.

​Diharapkan melalui edukasi ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan dan penyebar informasi yang efektif di lingkungan masing-masing, membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah arus digitalisasi. (*)

Comment