MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Siapa sangka, hidangan khas Bandung, Cuanki, bisa begitu laris manis dan menjadi magnet kuliner di jantung kota Makassar. Adalah “Cuanki Sedulur” yang berhasil membawa sensasi rasa Jawa Barat (Jabar) ke Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak tahun 2020 lalu.
Kisah sukses pemiliknya, Ibu Upay, bukan hanya tentang penjualan yang tinggi, tetapi juga menjadi contoh nyata keberhasilan program pembinaan UMKM di Kota Makassar.
Sinergi Pemkot Dongkrak Kesejahteraan
Berlokasi strategis di Jalan Hertasning Raya, Cuanki Sedulur tidak hanya menyajikan kuliner lezat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan sinergi antara pelaku usaha dan Pemerintah Kota.
Ibu Upay selaku Owner Cuanki Sedulur mengungkapkan bahwa, apresiasi yang besar atas peran aktif Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kota Makassar.
”Bantuan dan fasilitas dari Dinas Koperasi sangat membantu kami. Yah. Kami merasa didukung penuh. Bahkan, kami sudah didaftarkan ke program Inkubator UMKM,” ujar Upay, saat ditemui di sela-sela UMKM Fiesta 2025 di Pelataran Mal Ratu Indah (MaRI), pada Jumat, 7 November 2025 malam.
Program inkubator ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kota untuk mendongkrak kualitas dan daya saing UMKM lokal. Tujuannya jelas: membantu UMKM untuk naik kelas dan memperluas jangkauan promosi.
Penjualan Melejit, Harapan Baru untuk UMKM Lain
Dampak dari pembinaan ini terasa signifikan. Upay melaporkan bahwa penjualan Cuanki Sedulur saat ini sangat bagus dan laris manis.
Selain fasilitasi pelatihan, frekuensi kegiatan atau event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, juga dinilai sangat membantu dalam promosi langsung ke masyarakat.
”Lebih seringnya ada event membuat produk kami makin dikenal. Ini sangat baik untuk menaikkan kelas dan mempromosikan UMKM,” tuturnya.
Kisah Cuanki Sedulur ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan pemicu semangat bagi pelaku UMKM lain di Kota Makassar. Upay berharap ke depannya, Pemerintah Kota dapat terus meningkatkan dukungan dan fasilitas untuk semua UMKM.
Dengan demikian, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah akan menjadi pilar utama kemandirian ekonomi daerah. (*)
Comment