Kebijakan Pro-Lansia dan Anak Usia Dini Diperkuat, Ratusan Peserta Ikuti Wisuda Sekolah Lansia dan Tamasya di Kerabat

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR —  Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, SE, MT, didampingi Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin SH., MM, secara resmi membuka acara Wisuda Sekolah Lansia dan Wisuda Tamasya di Kerabat yang diselenggarakan pada Selasa, 18 November 2025, pukul 08.00 WITA.

​Acara yang dihadiri oleh sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat Tinggi, termasuk Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dan Bupati Maros Chaidir Syam, menegaskan komitmen Pemerintah dalam menghadapi tantangan aging population (penduduk menua) dan kerentanan keluarga.

​Dalam sambutannya, Deputi KSPK Nopian Andusti, menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menunjukkan bahwa 12% dari 281,6 juta jiwa penduduk Indonesia adalah lansia (usia 60 tahun ke atas). Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam fase penduduk menua, dengan rasio ketergantungan lansia mencapai 17,76.

​”Situasi ini menuntut penguatan sistem dukungan keluarga dan masyarakat,” ujar Nopian Andusti.

Ia juga memaparkan tantangan besar yang dihadapi Lansia, dimana rata-rata lama sekolah mereka hanya 5,6 tahun dan tingkat melek huruf yang masih rendah, terutama pada perempuan dan kelompok ekonomi bawah.

​Sekolah Lansia dan Program Tamasya Sebagai Solusi

​Kemendukbangga/BKKBN menjawab tantangan ini melalui dua program utama:

​Sekolah Lansia BKKBN: Program pendidikan non-formal ini bertujuan menciptakan Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif). Program ini fokus pada implementasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh (spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan) untuk mewujudkan Lansia Berdaya.

​TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Program inovatif ini dirancang untuk memastikan praktik pengasuhan anak yang positif di Tempat Penitipan Anak (TPA)/Daycare.

TAMASYA memberikan empat layanan unggulan, termasuk peningkatan kompetensi pengasuh dan pemantauan tumbuh kembang anak, sebagai upaya menjawab isu kerentanan keluarga dan pemanfaatan bonus demografi.

​”Lansia harus dipersiapkan agar tidak menjadi beban, melainkan mampu tampil sebagai Lansia Tangguh, yaitu lansia yang sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat,” tegas Nopian Andusti.

Apresiasi dan Penguatan Kader

​Kegiatan wisuda ini merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberhasilan para peserta Sekolah Lansia dan program kelas pengasuhan online “TAMASYA di KERABAT.”

Program kelas pengasuhan daring ini, yang telah dilaksanakan sembilan kali di tingkat nasional, menjadi terobosan untuk menjangkau orang tua yang kesulitan hadir di Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) secara langsung karena kendala waktu bekerja.

​Nopian Andusti berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas kader BKB dan mendukung seluruh lansia agar mampu berperan optimal dalam mendukung program Tamasya dan Lansia Berdaya demi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

​Acara Wisuda Sekolah Lansia dan Wisuda Tamasya di Kerabat, ditutup dengan resmi oleh Deputi KSPK Nopian Andusti, didampingi Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, menandai langkah maju dalam upaya Kemendukbangga/BKKBN mendampingi setiap siklus hidup, dari pengasuhan anak usia dini hingga kelanjutusiaan. (*)

Comment