MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Program Pete-pete Laut yang diinisiasi oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendapat sambutan positif dari Anggota DPRD Makassar.
Program transportasi publik perairan ini dinilai menjadi kunci utama, dalam membuka isolasi akses bagi masyarakat di Wilayah Kepulauan.
Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menyatakan bahwa kehadiran armada transportasi ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Menurutnya, selama ini warga pulau menghadapi keterbatasan akses yang berdampak pada sektor krusial.
“Ini adalah harapan baru. Transportasi laut ini akan membuka akses yang selama ini terbatas, mulai dari lapangan pekerjaan, pendidikan, hingga layanan kesehatan yang lebih layak,” ujar Ray, Sabtu (28/3/2026).
Mendorong Kesetaraan Warga Pulau
Legislator dari Fraksi Demokrat ini menekankan bahwa mobilitas yang lancar, akan membuat warga kepulauan jauh lebih produktif.
Ia berharap tidak ada lagi jurang pemisah antara kualitas hidup warga di daratan, dengan mereka yang berada di gugusan pulau-pulau Makassar.
”Kami ingin masyarakat kepulauan bisa lebih aktif dan produktif, setara dengan warga Makassar pada umumnya,” tegas Anggota DPRD Makassar, dari Daerah Pemilihan (Dapil) II tersebut.
Meski mendukung penuh, Anggota DPRD Makassar ini, memberikan sejumlah catatan kritis agar program ini tidak mangkrak di tengah jalan. Ia menyoroti tiga tantangan utama yang harus diantisipasi Pemerintah Kota Makassar:
Kecukupan Armada: Jumlah unit yang tersedia harus mampu menjawab tingginya kebutuhan mobilitas warga secara harian.
Manajemen Perawatan: Mengingat tingginya risiko korosi di lingkungan laut, Ray meminta adanya sistem perawatan rutin yang ketat.
Operator Ahli: Dibutuhkan tenaga profesional yang bertanggung jawab penuh atas operasional armada.
“Fasilitas di laut itu cepat rusak karena korosi jika tidak dirawat berkala. Jadi, harus ada operator yang memang ahli dan bertanggung jawab penuh,” tuturnya.
Hingga saat ini, regulasi mengenai tarif layanan Pete-pete Laut masih menjadi tanda tanya.
Ray mengingatkan pemerintah untuk segera mengkaji, apakah layanan ini akan digratiskan sebagai subsidi publik atau menerapkan tarif tertentu yang terjangkau bagi masyarakat kecil.
Kehadiran Pete-pete Laut diharapkan oleh Anggota DPRD Makassar, tidak hanya menjadi sekadar moda transportasi, tetapi juga penggerak roda ekonomi maritim yang selama ini terhambat oleh masalah logistik. (*)
Comment