MENITNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah nasional.
Kota Daeng berhasil menyabet penghargaan bergengsi Paritrana Award 2025 sebagai salah satu Kabupaten/Kota terbaik di Indonesia dalam implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Pencapaian ini menempatkan Makassar pada posisi istimewa. Makassar menjadi satu-satunya kota di luar Pulau Jawa sekaligus satu-satunya wakil dari Provinsi Sulawesi Selatan yang berhasil meraih pengakuan tertinggi dalam hal perlindungan tenaga kerja tahun ini.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata kehadiran negara bagi kelompok pekerja rentan.
”Penghargaan ini adalah bukti bahwa Pemerintah Kota Makassar hadir dan peduli terhadap pekerja rentan yang selama ini terbatas aksesnya terhadap perlindungan sosial. Mulai dari buruh, pekerja seni, ketua RT/RW, hingga komunitas informal lainnya kini sudah tercover,” ujar Munafri usai menerima penghargaan.
Inovasi “Makassar Berjasa” dan Jaminan Hari Tua
Keberhasilan Makassar tak lepas dari inovasi unggulan bernama Program Makassar Berjasa (Makassar Berbagi Jaminan Sosial).
Program Pemkot Makassar, yang masuk dalam skema “Sapta Unggulan” ini fokus pada perlindungan menyeluruh bagi pekerja sektor informal yang memiliki risiko kerja tinggi namun penghasilan tidak tetap.
Berdasarkan data terbaru, Pemkot Makassar melalui payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwali) telah berhasil melindungi:
81.466 Pekerja Rentan: Mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
45.000 Warga: Mendapatkan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), sebuah terobosan langka di Tingkat Pemerintah Daerah.
”Kami juga menginisiasi keagenan Perisai berbasis RT/RW untuk mempermudah pendaftaran sekaligus membuka lapangan kerja baru. Strategi ini efektif mempercepat target universal coverage,” tambah politisi Golkar tersebut.
Dampak Nyata Klaim Miliaran Rupiah
Sepanjang tahun 2025, komitmen Pemkot Makassar telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tercatat total manfaat klaim yang disalurkan mencapai Rp43,37 miliar kepada 6.881 pekerja, mencakup pegawai non-ASN, perangkat desa, hingga kader kemasyarakatan.
Munafri menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi solid antara Pemkot Makassar, BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai dinas terkait. Ia berharap prestasi ini memicu kesadaran seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk aktif menjadi peserta jaminan sosial.
”Tujuannya satu: agar seluruh pekerja di Kota Makassar bisa bekerja dengan tenang, produktif, dan terlindungi oleh Pemkot Makassar dari risiko kemiskinan baru akibat kecelakaan kerja,” pungkasnya. (*)
Comment