MENITNEWS.COM, PONTIANAK – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada Sabtu (9/5/2026) berakhir dengan kontroversi. Ketidakkonsistenan penilaian dewan juri dalam babak final memicu protes keras dan sorotan tajam dari masyarakat.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan teknis yang terjadi selama perlombaan berlangsung.
Kronologi Insiden Ketegangan bermula saat sesi perebutan nilai yang diikuti oleh tiga sekolah finalis. Juri memberikan pertanyaan mengenai dasar pertimbangan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi yang pertama merespons dengan menekan bel. Namun, jawaban yang mereka sampaikan dinyatakan tidak tepat oleh dewan juri, Dyastasita WB, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI.
Kejanggalan muncul ketika pertanyaan yang sama diulang kembali. Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang secara substansi dan redaksional identik dengan jawaban Regu C sebelumnya. Namun, pada kesempatan kali ini, juri justru menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan poin kepada Regu B.
Protes Peserta Merasa dirugikan oleh standar penilaian yang ganda, Regu C langsung melayangkan protes di atas panggung. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Pihak pembawa acara dan dewan juri tetap pada keputusan awal dan meminta Regu C untuk menerima hasil yang telah ditetapkan tanpa ada peninjauan ulang.
Insiden ini menjadi viral di kalangan masyarakat Kalimantan Barat, yang menyayangkan kualitas penjurian dalam ajang nasional yang membawa misi penanaman nilai-nilai konstitusi tersebut. Permintaan maaf dari pimpinan MPR RI diharapkan menjadi langkah awal evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan LCC di masa depan. (*)
Comment