DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pilah Sampah, Ingatkan Bahaya Sampah Kecil yang Menumpuk

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, secara masif mengampanyekan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, khususnya di Tingkat Rumah Tangga. Kampanye ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Makassar menuju Makassar Bebas Sampah (Zero Waste) 2029.

​Melalui serangkaian unggahan di Media Sosial resminya, DLH Kota Makassar menyosialisasikan bahwa sampah yang dianggap kecil dan kerap tidak disadari keberadaannya, ternyata berkontribusi besar terhadap timbunan sampah harian.

​Hati-hati Dengan “Sampah Senyap”

​DLH Makassar menyoroti beberapa jenis sampah kecil yang sering luput dari perhatian dan berakhir tercampur di tempat sampah biasa. Sampah-sampah ini, yang sebagian besar termasuk kategori anorganik dan sulit terurai atau didaur ulang, antara lain: ​struk belanja (kertas termal yang tidak bisa dikompos), plastik bumbu dan saus sachet, sedotan dan tutup cup minuman, kantung plastik kecil (bungkus topping, gula, sambal)  dan tisu basah.

​Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman mengingatkan bahwa, sampah yang kecil-kecil ini kalau dikumpulkan bisa jadi gunung sampah.

“Mari kita mulai sadar dari hal simpel dulu, biar lingkungan kita jadi makin terjaga,” imbau Helmy, Jumat (28/11/2025).

​Komitmen Pemilahan Organik dan Anorganik

​Kampanye ini juga menekankan kembali pentingnya memisahkan sampah ke dalam dua kategori utama:

​Sampah Organik (diletakkan di wadah berwarna hijau).

​Sampah Anorganik (diletakkan di wadah berwarna kuning).

​Pemilahan di sumbernya ini merupakan kunci untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang saat ini sudah dalam kondisi kritis dan over capacity.

Data DLH Makassar menunjukkan bahwa, komposisi sampah harian yang diangkut ke TPA hingga 60 persen adalah sampah organik, yang sebetulnya bisa diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk budidaya maggot.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah mengeluarkan arahan dan menegaskan bahwa mengubah kebiasaan memilah sampah di rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, dapat menyelesaikan lebih dari separuh persoalan sampah kota.

“Kami dari ​DLH Makassar, mengajak seluruh warga untuk memperkuat partisipasi aktif dalam gerakan pilah sampah, mulai dari memilah sampah-sampah kecil yang selama ini diabaikan, demi terwujudnya lingkungan Kota Makassar yang bersih, hijau, dan nyaman,” ajak Helmy. (*)

Comment