MENITNEWS.COM, GOWA — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis, dalam memperkuat komunikasi publiknya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Kehumasan Terintegrasi Dokumentasi Foto–Video Pemerintah 2025.
Dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, kegiatan yang berlangsung pada Kamis-Sabtu, 4–6 Desember 2025 di Hotel Celebes, Malino, ini diikuti oleh perwakilan Perangkat Daerah se-Kota Makassar, termasuk jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Dalam sambutan pembukanya, Sekda Makassar menekankan transformasi peran humas pemerintah yang kini wajib adaptif terhadap ruang publik digital.
”Pemerintah dituntut hadir di ruang publik digital. Karena itu, kehumasan harus adaptif, kreatif, dan mampu mengangkat capaian serta kerja pemerintah secara efektif,” ujar Andi Zulkifly.
Sekda menegaskan bahwa kemampuan humas tidak lagi cukup hanya pada penyusunan rilis berita, tetapi harus diperkuat dengan keterampilan dokumentasi visual yang profesional melalui foto dan video untuk membangun kepercayaan publik melalui informasi yang akurat, cepat, dan transparan.
Fokus Pada Respon Bencana dan Isu Publik
Bimtek yang diinisiasi oleh Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan (Prokopim) ini menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Muhammad Iqbal, S.Sos., M.M (Koordinator Humas, Publikasi, Branding & Kerjasama Pusjar SKMP) dan Rizkyagi Anwijzi, S.Stp. (Penyusun Bahan Informasi & Publikasi Puspen Sekjen Kemendagri).
Materi yang disajikan sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, mencakup strategi komunikasi publik, teknik pengelolaan visual, optimalisasi branding kelembagaan, hingga penguatan peran humas dalam respon cepat informasi kebencanaan dan penanganan isu di masyarakat.
BPBD: Visualisasi Kunci Informasi Kebencanaan
Partisipasi BPBD Kota Makassar menjadi sorotan utama, mengingat kebutuhan mendesak akan informasi yang cepat dan berbasis data visual dalam konteks kebencanaan.
Menurut perwakilan BPBD, kegiatan ini sangat relevan.
“Penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan secara cepat, tepat, dan berbasis data visual di lapangan,” jelasnya.
BPBD berkomitmen untuk memanfaatkan hasil pelatihan ini guna meningkatkan layanan informasi kebencanaan, memastikan publikasi penanggulangan bencana diterima masyarakat secara lebih jelas, luas, dan humanis, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem informasi publik terpadu di Kota Makassar.
BPBD Kota Makassar menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Makassar atas kesempatan pengembangan kompetensi ini, dan berkomitmen untuk mewujudkan transparansi pemerintah demi keselamatan dan ketenangan masyarakat. (*)
Comment