Kanwil Bea Cukai Sulbagsel Cetak Sejarah! Realisasi Penerimaan Melesat Jauh di Atas Target

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Kanwil DJBC Sulbagsel), mengumumkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarahnya di tahun 2025.

Hingga November 2025, Kanwil DJBC Sulbagsel berhasil membukukan realisasi penerimaan yang melampaui target dengan angka fantastis, mencapai 109,32 persen atau senilai Rp597,44 miliar dari target Rp546,49 miliar.

​Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Djaka Kusmartata, menyatakan kebanggaannya.

“Tahun 2025 menjadi tahun dengan kinerja terbaik, dimana target telah terlampaui sebelum tutup tahun. Kami akan terus menjaga momentum positif ini,” jelasnya, Jumat (12/12/2025).

​Bea Keluar Melesat 695 Persen, Cukai Lampaui Target!

​Pencapaian luar biasa ini didorong oleh lonjakan signifikan dari beberapa pos penerimaan utama:

​Penerimaan Bea Keluar menjadi bintang dengan realisasi 695,10 persen, atau sekitar Rp51,03 miliar dari target Rp7,34 miliar. Peningkatan drastis ini terutama didukung oleh kinerja ekspor yang kuat dari komoditas unggulan seperti CPO, turunannya, dan kakao.

​Penerimaan Cukai juga menunjukkan performa prima dengan realisasi 121,46 persen, mencapai Rp93,02 miliar. Angka ini merefleksikan semakin tertatanya aktivitas produksi dan peningkatan signifikan dalam kepatuhan pelaku usaha di Wilayah Sulawesi Bagian Selatan.

​Meskipun Penerimaan Bea Masuk masih berada di angka 98,02 persen, secara keseluruhan kinerja penerimaan telah melampaui ekspektasi.

Transformasi Layanan Menuju Pelabuhan Efisien

​Selain pencapaian finansial, Kanwil Bea Cukai Sulbagsel juga sukses mencatat lompatan kinerja dalam pelayanan dan efisiensi:

​Integrasi Layanan: Penggunaan aplikasi All Indonesia yang mengintegrasikan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina telah memudahkan penumpang dan mempercepat pelayanan kedatangan dari luar negeri.

​Efisiensi Pelabuhan: Dwelling time (lama inap) di Pelabuhan Makassar berhasil dipangkas, menjadi 2,47 hari dari sebelumnya 2,62 hari pada tahun 2023. Capaian ini menunjukkan efektivitas logistik yang semakin baik.

​Revitalisasi Industri: Bea Cukai aktif merevitalisasi Kawasan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Soppeng, sukses membimbing industri rokok ilegal menjadi legal, memberikan perlindungan usaha, dan menambah pemasukan bagi Negara.

​Pengawasan Diperketat, Lindungi Masyarakat dan Negara

​Dari sisi pengawasan, Kanwil Bea Cukai Sulbagsel menunjukkan komitmen tinggi dalam melindungi masyarakat dan mengamankan hak-hak Negara:

​Penindakan Barang Ilegal: Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai berhasil melakukan penindakan besar-besaran terhadap rokok ilegal sebanyak 44,976 juta batang (potensi kerugian negara Rp45,01 miliar) dan Minuman Mengandung Ethil Etana (MMEA) sebanyak 6.576 liter.

​Ultimum Remedium: Sebagai bagian dari penegakan hukum, tercatat 118 berkas penindakan melalui mekanisme ultimum remedium (pembayaran denda) senilai Rp7,694 miliar, sebuah langkah yang tetap memastikan barang ilegal dimusnahkan.

​”Peningkatan penindakan ini adalah peringatan akan potensi ancaman, dan kami bertekad untuk terus melindungi masyarakat dari peredaran barang berbahaya seperti narkotika,” tegas Djaka.

​Djaka Kusmartata berharap dukungan dari media untuk terus mengedukasi publik mengenai fungsi pelayanan dan pengawasan Bea Cukai, memastikan informasi yang disampaikan benar, proporsional, dan konstruktif. (*)

Comment