MENITNEWS.COM, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dengan meraih penghargaan bergengsi di Tingkat Provinsi.
Maros dinobatkan sebagai kabupaten dengan capaian penurunan angka stunting paling besar di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2024. Prestasi ini menjadi tonggak penting, menandai keberhasilan program intervensi spesifik dan sensitif yang dilaksanakan secara masif dan terintegrasi di seluruh wilayah Maros.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah acara resmi yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel pada Selasa, 16 Desember 2025. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi provinsi dan instansi terkait, termasuk para perwakilan dari Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Dalam acara tersebut, penghargaan bergengsi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN diterima langsung oleh Wakil Bupati Maros, H. A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si.
Penghargaan ini secara spesifik diberikan atas capaian penurunan angka stunting yang signifikan, menempati posisi pertama dengan persentase penurunan tertinggi di Sulsel, yakni sebesar 12.3%.
Acara penyerahan penghargaan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan Internalissasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi dan perencanaan strategis dalam menangani isu kependudukan, khususnya pencegahan dan penanggulangan stunting, yang merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi Bangsa.
Dalam sambutannya usai menerima piagam, Wakil Bupati Maros, H. A. Muetazim Mansyur, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
”Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan penyemangat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen, mulai dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, jajaran pemerintah desa dan kelurahan, petugas kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat Maros itu sendiri,” ujar Wabup. “Penurunan 12.3% adalah angka yang fantastis, membuktikan bahwa komitmen kita bersama, mulai dari upaya penyediaan air bersih, sanitasi layak, perbaikan gizi ibu hamil dan balita, hingga edukasi pola asuh, telah berjalan efektif,” sambungnya.
Kolaborasi Multisectoral Kunci Sukses
Keberhasilan Kabupaten Maros dalam menekan angka stunting, tidak lepas dari pendekatan kolaboratif yang kuat (multisectoral). Program pencegahan stunting di Maros dirancang bukan hanya sebagai program kesehatan semata, melainkan sebagai gerakan bersama yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), institusi pendidikan, sektor swasta, dan tokoh masyarakat.
Strategi yang diusung meliputi:
Aksi Konvergensi: Memastikan semua program yang mendukung penurunan stunting berjalan selaras dan terintegrasi, terutama di tingkat desa/kelurahan.
Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting (KRS): Melalui pendataan dan pendampingan intensif oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB.
Optimalisasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT): Menyediakan makanan tambahan berbasis pangan lokal yang bergizi bagi balita dan ibu hamil yang berisiko.
Penguatan Data dan Intervensi: Memanfaatkan data yang akurat dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan data EPPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) untuk menentukan sasaran intervensi yang tepat.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Maros.
”Maros telah menjadi contoh nyata bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan. Angka 12.3% adalah capaian luar biasa yang membawa Sulsel semakin dekat dengan target nasional. Kunci utamanya adalah leadership yang kuat dari kepala daerah, serta implementasi program yang menyentuh langsung ke akar permasalahan di masyarakat,” tutur Wagub Fatmawati.
Menuju Target Bebas Stunting
Penghargaan ini sekaligus memotivasi Pemerintah Kabupaten Maros untuk terus berjuang mencapai target nasional, yaitu menekan angka stunting hingga di bawah 14% pada tahun 2024. Dengan capaian 12.3% dalam satu tahun, Maros optimis dapat mempertahankan dan bahkan melampaui target tersebut, memastikan bahwa setiap anak di Maros tumbuh kembang secara optimal.
Acara penyerahan penghargaan tersebut juga dihadiri oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Bonavasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., serta Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Rachmatika Dewi, S.Sos., M.Si.
Kehadiran para tokoh penting ini semakin mempertegas komitmen bersama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan cerdas, bebas dari ancaman stunting.
Bagi Maros, keberhasilan ini menjadi energi baru untuk melanjutkan program-program inovatif dan memperkuat sinergi di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan bahwa komitmen untuk menciptakan Maros yang sehat, cerdas, dan sejahtera adalah prioritas utama yang tak akan pernah surut.
Pencapaian ini adalah milik seluruh masyarakat Maros yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya mulia ini. (*)
Comment