MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya, terus menunjukkan komitmen nyata dalam membenahi urat nadi ekonomi rakyat.
Pada tahun 2025 lalu, hasil dari perbaikan manajemen yang dilakukan secara konsisten mulai membuahkan hasil signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan kenyamanan warga.
Pembenahan Menyeluruh
Tahun ini, fokus utama manajemen Perumda Pasar Makassar Raya, tertuju pada empat pilar transformasi Pasar Tradisional yakni:
Penataan Pedagang & Pasar Tumpah: Menciptakan ruang dagang yang lebih rapi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Digitalisasi Sistem: Penggunaan QRIS dan pencatatan elektronik kini diintegrasikan untuk menjamin transparansi transaksi.
Perbaikan Retribusi: Memastikan setiap kontribusi pedagang dikelola secara akuntabel.
Manajemen Internal: Penguatan tata kelola organisasi Perumda Pasar Makassar Raya, agar lebih efisien dan profesional.

Dividen Tertinggi Dalam Beberapa Tahun Terakhir
Langkah pembenahan ini bukan sekadar janji di atas kertas. Terbukti, Perumda Pasar Makassar berhasil menyetorkan dividen sebesar Rp 1,3 miliar kepada Pemerintah Kota pada tahun 2025 lalu.
Angka ini tercatat sebagai salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
”Hasil pembenahan, bukan perubahan instan,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, Rabu (7/1/2026).
Ini menegaskan bahwa kesuksesan ini adalah buah dari kerja keras yang berkelanjutan dan terencana.
Pasar Tertata, Ekonomi Warga Terjaga
Meskipun transformasi digital dan manajemen dilakukan secara masif, pemerintah tetap mengedepankan sisi humanis.
Prinsip “Pelan-pelan tapi konsisten” menjadi kunci agar ekonomi pedagang kecil tetap terjaga selama masa transisi.
Pasar yang lebih bersih, tertib, dan transparan diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pembeli, tetapi juga memperkuat posisi Makassar sebagai pusat perdagangan yang modern tanpa meninggalkan akar tradisionalnya.
”Karena pasar yang tertata, ikut menguatkan kota,” tutup Ali Gauli Arief. (*)
Comment