Perkuat Program Genting, PKK Gowa dan Bank Sulselbar Kolaborasi Cegah Stunting

ads
ads

TP PKK Gowa dan Bank Sulselbar bersinergi lewat program CSR “Genting” 2026, untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui gerakan orang tua asuh bagi keluarga rentan. 

MENITNEWS.COM, ​GOWA — Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gowa terus mendapat dukungan luas. Kali ini, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gowa bersinergi dengan Bank Sulselbar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Tahun 2026.

​Langkah kolaboratif ini ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis yang berlangsung di Aula Kantor Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Jumat (16/1/2026).

​Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian sektor perbankan terhadap isu kesehatan anak di Gowa.

Menurutnya, bantuan ini merupakan stimulus penting bagi tumbuh kembang anak-anak di wilayah tersebut.

​”Kami berharap bantuan melalui Program Genting ini dirasakan langsung manfaatnya oleh keluarga penerima, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting,” ujar istri Wakil Bupati Gowa ini.

Strategi Penyaluran: Tepat Sasaran & Terukur

​Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menjelaskan bahwa peran pemerintah bukan hanya menyalurkan, tetapi memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

​Berikut adalah poin utama mekanisme Program Genting 2026:

​Sasaran Prioritas: Ibu hamil dan anak usia 6–23 bulan (Baduta). Hal ini menjadi kolaborasi antara TP Kabupaten Gowa dengan Bank Sulselbar.

​Golden Period: Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan masa paling rentan terjadinya stunting. Ini yang dikolaborasikan dengan Bank Sulselbar.

​Basis Data Desa: Penentuan penerima manfaat menggunakan data pendataan tingkat desa untuk menjangkau keluarga miskin berisiko stunting.

​Pengawasan Ketat: Tim Pendamping Keluarga (TPK) bertanggung jawab penuh mulai dari pendataan, penyaluran, hingga memastikan bantuan pangan dikonsumsi oleh sasaran.

Menggugah Semangat Gotong Royong

​Sofyan menegaskan bahwa menangani stunting tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

Keterlibatan pihak swasta dan perbankan melalui dana CSR sangat krusial untuk mengisi celah yang ada.

​”Penanganan stunting tidak cukup kalau pemerintah saja. Pihak swasta dan bank dihimbau untuk berkontribusi. Jika kita gotong royong, pencegahan dan penurunan stunting di Gowa akan jauh lebih mudah dan cepat,” pungkasnya.

​Dengan adanya Bank Sulselbar sebagai ‘Orang Tua Asuh’, diharapkan perusahaan lain di Kabupaten Gowa dapat mengikuti jejak serupa demi menciptakan generasi emas Gowa yang sehat dan bebas stunting. (*)

Comment