​Berkat Aerotrak, Mahasiswa Unhas Sabet Juara di Australia, Kantongi Rp170 Juta!

ads
ads

Inovasi Aerotrak buatan mahasiswa Unhas raih juara di Australia! Alat pemantau polusi portabel dari plastik daur ulang ini menangkan hadiah Rp170 Juta.

MENITNEWS.COM, ​AUSTRALIA — Kabar membanggakan datang dari panggung Internasional. Lewat inovasi alat pemantau polusi udara portabel bernama Aerotrak, Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses mengguncang ajang EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025 di Australia.

Mereka pun berhasil membawa pulang hadiah sebesar 16.000 AUD atau setara dengan Rp170 juta.

​Tim tangguh di balik kesuksesan ini terdiri dari Muhammad Al Mabrur G, Muhammad Farid Hidayat, Panji Bagus Satria, dan Erland Gavril Rande.

Mereka berhasil menyisihkan berbagai pesaing tangguh dalam kompetisi yang diinisiasi oleh Pemerintah Australia (DFAT) dan Academy of Entrepreneurs.

​Aerotrak: Kecil, Canggih, dan Ramah Lingkungan

​Bukan sekadar alat pendeteksi biasa, Aerotrak dirancang sebagai wearable device berbentuk tag kecil yang praktis.

Keunggulannya terletak pada gabungan teknologi canggih dan kepedulian lingkungan:

​Deteksi Real-Time: Mampu memantau partikel halus PM2.5 yang berbahaya bagi paru-paru secara langsung.

​Desain Portabel: Bisa dijadikan gantungan kunci di tas, motor, atau jaket—sangat cocok bagi ojek online dan pekerja lapangan.

​Material Berkelanjutan Aerotrak: Uniknya, casing alat ini terbuat dari sampah plastik daur ulang, menjadikannya solusi ganda untuk polusi udara dan limbah plastik.

​”Ide ini lahir dari kekhawatiran kami terhadap polusi yang ‘tak terlihat’ tapi mematikan. Aerotrak membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan sejak dini,” ujar Muhammad Al Mabrur, Senin (19/1/2026).

​Perjalanan Menuju Puncak

​Kemenangan ini tidak didapatkan dengan instan. Aerotrak harus melewati seleksi ketat mulai dari tingkat internal kampus, hingga bersaing di level nasional masuk dalam jajaran enam besar finalis.

Di babak final, presentasi mereka berhasil memukau Dewan Juri Internasional dengan model bisnis yang solid dan dampak sosial yang nyata.

​Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), menyatakan rasa bangganya.

​”Keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi mahasiswa Unhas tidak hanya berdaya saing global, tapi juga mampu menjawab tantangan nyata kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” tegasnya.

​Siap Menuju Komersialisasi

​Hadiah Rp170 juta yang diraih akan dialokasikan sepenuhnya untuk pengembangan teknologi dan persiapan produksi massal.

Tak hanya uang tunai, tim Aerotrak juga mendapatkan beasiswa diploma selama satu tahun dan pendampingan intensif dari Academy of Entrepreneurs untuk memperkuat strategi bisnis mereka.

​Dalam waktu dekat, Aerotrak dijadwalkan akan tampil dalam berbagai expo dan diharapkan segera tersedia di pasar luas agar masyarakat bisa “bersahabat” kembali dengan udara bersih. (*)

Comment