Refleksi 49 Tahun Chaidir Syam: Menakar Jejak Pengabdian dan Visi Maros di Masa Depan

ads
ads

Oleh: Gani Dg Mattari (Pimpinan Redaksi Menitnews.com)

​Angka 49 bukan sekadar statistik umur. Bagi seorang pemimpin, usia ini adalah titik matang—sebuah perpaduan antara energi muda yang masih membara dan kebijaksanaan yang mulai mengental.

Hari ini tanggal 2 Februari 2026, Kabupaten Maros bersukacita merayakan hari lahir Sang Bupati tercinta, Dr. H. Andi Syafril Chaidir Syam, S.I.P., M.H.

​Ucapan “Barakallahu fii umrik” mengalir deras bukan tanpa alasan. Di balik senyum khasnya, Chaidir Syam telah membuktikan bahwa memimpin Maros bukan hanya soal administrasi, tetapi soal hati.

Satu Tahun yang Progresif 

​Jika kita menengok ke belakang, periode kepemimpinan Chaidir Syam sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 ini, mencatatkan beberapa capaian krusial yang patut diapresiasi.

​Transformasi Digital Pedesaan: Dalam setahun terakhir, Maros semakin gencar mewujudkan Digital Village.

Pelayanan administrasi yang dulunya harus memakan waktu berjam-jam di kantor kabupaten, kini mulai bisa diakses melalui ujung jari masyarakat desa.

​Akselerasi Ekonomi Pasca-Pandemi & Pariwisata: Melalui pengembangan Geopark Maros-Pangkep yang semakin mendunia, Chaidir Syam berhasil menarik investasi hijau dan meningkatkan kunjungan wisatawan pada tahun 2025.

Hal ini berdampak langsung pada kebangkitan UMKM lokal yang naik kelas.

​Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang Konsisten: Fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan melalui program “Maros Sehat” terus menunjukkan tren positif.

Penurunan angka stunting di Maros menjadi salah satu yang paling signifikan di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 lalu.

​Infrastruktur Berkelanjutan: Pembangunan jalan-jalan penghubung antar-Kecamatan tidak hanya mengejar beton, tapi juga memperhatikan drainase dan aspek lingkungan untuk meminimalisir dampak banjir tahunan.

Pencapaian Spesifik Periode 2025-2026

Sektor Pendidikan: Program “Satu Desa Satu Sarjana” & Digitalisasi Sekolah 

Di tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Maros di bawah kepemimpinan Chaidir Syam, berhasil menyalurkan beasiswa pendidikan secara masif untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, hampir 90% sekolah dasar di pelosok Maros kini telah terfasilitasi perangkat pendukung pembelajaran digital, memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara Kota dan Desa.

Sektor Pertanian: Inovasi Irigasi & Kemandirian Pangan 

Kabupaten Maros sukses mempertahankan status sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan.

Prestasi nyata di tahun 2025 adalah peresmian sistem irigasi modern di beberapa titik kunci yang mampu meningkatkan frekuensi panen petani dari dua kali menjadi tiga kali setahun (IP300), serta penyediaan pupuk subsidi yang lebih tepat sasaran melalui skema kartu tani terintegrasi.

Sektor Lingkungan & Pariwisata: Rekor Kunjungan Geopark Maros-Pangkep

Setelah mendapatkan pengakuan UNESCO, tahun 2025 menjadi tahun “panen” pariwisata bagi Maros.

Berkat perbaikan akses jalan menuju kawasan Rammang-Rammang dan Bantimurung yang lebih ramah lingkungan, jumlah kunjungan Wisatawan Domestik maupun Mancanegara meningkat sebesar 25% dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga berkontribusi pada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Sektor Kesehatan: Penghargaan Penurunan Stunting Nasional 

Salah satu warisan terkuat di tahun 2025 adalah keberhasilan menekan angka prevalensi stunting hingga di bawah target Nasional melalui program “Rumah Gizi” yang hadir di setiap Kecamatan.

Langkah ini membawa Maros meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah dengan penanganan stunting terbaik di Indonesia Timur.

​Sektor Pelayanan Publik: Predikat “A” Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Efisiensi birokrasi dibuktikan dengan diraihnya predikat memuaskan dalam penerapan SPBE di awal tahun 2026.

Pelayanan seperti pengurusan KTP, izin usaha, dan pajak daerah kini bisa dilakukan secara mandiri lewat aplikasi “Maros Terkoneksi,” memangkas rantai birokrasi yang panjang dan mencegah praktek pungli.

Pada awal 2026 ini, Pemkab Maros juga meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dari BPJS Kesehatan.

Selain itu, di awal tahun ini Bupati Maros, Chaidir Syam, juga meraih Peduli Indonesia Awards 2026 dari Media Nasional Herald Indonesia (Herald.id) sebagai Bupati Terbaik dan Inovatif Dalam Tata Kelola Pemerintahan.

Kepemimpinan yang Melayani

​Yang membuat Chaidir Syam berbeda adalah gaya komunikasinya yang inklusif. Ia bukan tipe pemimpin “menara gading”.

Kehadirannya di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan petani, hingga merangkul kaum milenial dan Gen Z, menciptakan rasa kepemilikan masyarakat terhadap pembangunan daerah.

​Tantangan di depan tentu masih banyak. Masalah ketimpangan ekonomi dan adaptasi perubahan iklim menjadi PR yang harus diselesaikan di sisa masa jabatan.

Namun, dengan fondasi yang telah dibangun sepanjang 2025, kita punya alasan kuat untuk optimistis.

​Selamat Ulang Tahun ke-49, Bapak Bupati! Semoga kesehatan, kekuatan, dan kearifan senantiasa menyertai setiap langkah Bapak dalam membawa Kabupaten Maros menjadi daerah yang lebih religius, sejahtera, dan berdaya saing global.

​”Kepemimpinan bukanlah tentang jabatan, tetapi tentang dampak yang dirasakan oleh orang banyak.” (*)

Comment