Mahasiswi Arsitektur Unhas Tewas Usai Lompat Dari Lantai 4 Gedung Fakultas Teknik Gowa, Sempat Kirim Voice Note

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​GOWA — Kabar duka menyelimuti Universitas Hasanuddin (Unhas). Seorang mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024 berinisial PTJ, ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 4 Gedung Arsitektur, Fakultas Teknik (FT) Unhas, Kampus Gowa, Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

​Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu malam, 18 Mei 2026, sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WITA.

Kasus ini langsung menggegerkan Sivitas Akademika Unhas, setelah pihak keamanan kampus menerima laporan adanya seseorang yang terjatuh dari atas gedung.

​Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya insiden tersebut.

Kendati demikian, pihak kampus belum bisa memastikan motif atau penyebab pasti di balik tindakan nekat korban.

​”Pihak sekuriti di FT memang mendapat laporan ada seseorang yang melompat. Namun, kami belum bisa memastikan apakah ada faktor depresi atau faktor lain. Saat ini sedang dilakukan penelusuran lebih lanjut,” ujar Ishaq saat memberikan konfirmasi pada Senin malam (18/5/2026).

​Ishaq menambahkan bahwa informasi yang bisa dibagikan masih sangat terbatas, karena pihak universitas tengah fokus mendalami kasus ini bersama pihak terkait.

​”Kami menyampaikan rasa simpati dan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan,” imbuh Ishaq, mewakili pihak Unhas.

​Sempat Kirim Pesan Suara Terakhir

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden tersebut terjadi, PTJ diketahui sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada salah satu rekannya sesama Mahasiswa Arsitektur FT Unhas, Ahmad Naufal Imran.

​Dalam pesan suara terakhirnya, korban mengisyaratkan akan pergi untuk selamanya dan meminta rekannya tersebut mencari keberadaannya di area parkir belakang Gedung Arsitektur.

​Naufal mengungkapkan bahwa korban memang belakangan sering curhat mengeluh lelah menjalani kehidupan. Upaya pencegahan sebenarnya sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban.

​”Sudah sering curhat katanya capek hidup. Beberapa hari lalu saya bahkan sudah menghubungi orang tuanya untuk memberi tahu kalau PTJ kemungkinan akan melakukan tindakan nekat. Jadi orang tuanya sebenarnya sudah mengetahui kondisi tersebut,” ungkap Naufal.

​Ungkapan Duka Cita Sivitas Akademika

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian setempat mengenai hasil penyelidikan tempat kejadian perkara (TKP), maupun penyebab mutlak kematian korban.

​Di sisi lain, ungkapan belasungkawa dari pimpinan serta Sivitas Akademika Fakultas Teknik Unhas, telah beredar luas di media sosial dan grup aplikasi pesan singkat.

Pihak fakultas mengaku sangat kehilangan atas kepergian salah satu mahasiswi terbaik mereka.

​”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap Pimpinan dan Sivitas Akademika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya mahasiswi Departemen Arsitektur FTUH,” tulis pernyataan resmi pihak fakultas. (*)

​Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental, psikolog, atau hotline darurat terdekat untuk mendapatkan bantuan profesional.

Comment