MENITNEWS.COM, MAROS – Dalam rangka memperingati Hari Buku, Pemerintah Kabupaten Maros meluncurkan gerakan sosial yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menggagas gerakan donasi buku massal untuk mendongkrak indeks literasi di daerah tersebut.
Peluncuran program ini dipusatkan di Lapangan Pallangtikang pada Senin (18/5/2026). Prosesi peresmian ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Bupati Maros bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada perwakilan panitia. Dalam gerakan ini, setiap ASN di lingkungan Pemkab Maros diwajibkan membawa minimal satu buku dari rumah untuk didonasikan.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan langkah konkret untuk memperluas akses bacaan bagi generasi muda, khususnya para pelajar di wilayah pelosok Maros.
“Melalui gerakan ini, kami ingin menumbuhkan budaya berbagi ilmu dan meningkatkan semangat membaca di kalangan pelajar. Akses terhadap buku yang berkualitas adalah kunci utama peningkatan mutu pendidikan,” ujar mantan Ketua DPRD Maros tersebut di sela-sela kegiatan.
Targetkan 1.000 Judul Buku
Pemerintah Kabupaten Maros memasang target ambisius untuk mengumpulkan minimal 1.000 judul buku selama gerakan ini berlangsung. Untuk mengakomodasi antusiasme pegawai dan masyarakat, posko pengumpulan buku di Lapangan Pallangtikang akan terus dibuka hingga 4 Juli 2026.
Nantinya, seluruh buku yang berhasil dihimpun tidak akan ditumpuk di gudang arsip, melainkan langsung disalurkan secara merata ke sekolah-sekolah yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Maros.
Selain untuk meningkatkan literasi, program ini juga didesain untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.
Sambutan Hangat dari Pegawai
Pantauan di lokasi acara menunjukkan gerakan donasi buku ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta yang hadir. Ribuan ASN tampak memadati Lapangan Pallangtikang dengan membawa buku pilihan mereka.
Beragam jenis literatur berhasil dikumpulkan pada hari pertama, di antaranya:
-
Buku Pelajaran: Mulai dari tingkat dasar hingga menengah untuk menunjang kurikulum sekolah.
-
Pengetahuan Umum: Buku-buku sains populer, sejarah, dan ensiklopedia.
-
Bacaan Anak: Buku cerita bergambar, fabel, dan dongeng yang ramah anak.
Dengan dimulainya gerakan ini, Pemkab Maros berharap dapat memicu gerakan serupa di tingkat kecamatan hingga desa, sehingga Kabupaten Maros dapat tumbuh menjadi daerah yang literat dan cerdas. (*)
Comment