Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Wajibkan Sekolah Sinkronisasi Data Dapodik dan Validasi NISN

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di wilayahnya untuk segera melakukan pemutakhiran serta sinkronisasi data siswa secara berkala.

Langkah krusial ini wajib dilakukan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan, demi menjamin kelancaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

​Proses integrasi ini bertujuan memastikan seluruh data komponen peserta didik—terutama profil siswa, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), serta akun belajar.id—tercatat sebagai data valid.

Validasi ini mutlak diperlukan bagi siswa kelas akhir agar tidak menemui kendala teknis saat proses pendaftaran resmi dimulai.

​Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa pembaruan data yang akurat merupakan pilar utama dalam menghadirkan layanan publik di bidang pendidikan yang tertib, transparan, dan akuntabel.

​”Kami mengimbau keras seluruh satuan pendidikan untuk bersama-sama memastikan data siswa, terutama kelas akhir, telah diperbarui dan disinkronkan melalui Dapodik. Data yang valid akan memastikan NISN peserta didik tercatat secara resmi dalam sistem SPMB 2026,” ujar Achi Soleman di Makassar, Senin (18/5/2026).

​Achi menambahkan, operator sekolah memegang peran sentral dalam melakukan sinkronisasi berkala ini agar seluruh dinamika data di tingkat daerah langsung terbaca oleh sistem pusat.

Guna menunjang keterbukaan informasi, Disdik Makassar juga mengimbau masyarakat untuk hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi resmi.

Seperti akun Instagram Disdik Makassar yakni @disdik.kotamksr, tautan QR code pada laman resmi, serta grup Telegram khusus untuk pembaruan berkala dan penanganan aduan teknis.

​Pemerintah Kota Makassar sendiri telah mendesain platform digital ‘Lontara+’ sebagai sistem operasional SPMB 2026.

Melalui sistem human-centered ini, masyarakat dapat memantau seluruh proses seleksi secara real-time dan inklusif.

Di sisi lain, para orang tua juga diminta proaktif menyiapkan dokumen digital siap unggah, seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, KTP orang tua, serta Surat Keterangan Lulus (SKL).

​Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi berbasis data, kendala teknis berupa ‘NISN tidak ditemukan’ yang sempat dikeluhkan warga pada masa simulasi bersumber dari keterlambatan sekolah dalam memperbarui data ke pusat.

​”Sistem SPMB Lontara+ menarik data NISN secara langsung dari server Kementerian Pendidikan. Oleh karena itu, jika sekolah belum melapor atau memperbarui data siswanya di Dapodik, maka otomatis sistem kami tidak dapat membacanya. Kami tengah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang belum melakukan pelaporan lengkap untuk segera didorong melakukan sinkronisasi,” jelas Andi Gita.

​Menyikapi kendala operasional dan tata cara login menggunakan NISN yang ditemukan selama masa simulasi pada 13–14 Mei lalu, Pemkot Makassar resmi memperpanjang masa simulasi SPMB untuk jenjang TK, SD, dan SMP hingga Kamis, 21 Mei 2026.

Penyesuaian alur pendaftaran terus dilakukan, agar platform menjadi lebih sederhana dan mudah diakses oleh orang tua murid.

​Dari sisi infrastruktur teknologi, Disdik Makassar mengambil langkah preventif guna mengantisipasi lonjakan traffic pendaftaran dengan melakukan segmentasi server berdasarkan jenjang pendidikan.

​”Pemisahan server ini bertujuan menjaga stabilitas sistem dari risiko overload akses. Kami juga telah melakukan stress testing atau uji ketahanan sistem sebanyak tiga kali dengan beban simulasi yang jauh lebih besar,” pungkas Andi Gita. (*)

Comment