Tim Pertama ​Tembus Medan Ekstrem Gunung Bulusaraung, Personel Ahli Vertical Rescue BPBD Makassar Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

ads
ads

Personel BPBD Makassar tunjukkan keahlian vertical rescue kelas dunia saat menjadi tim pertama yang menembus medan ekstrem di lokasi jatuhnya pesawat di Pegunungan Bulusaraung.

MENITNEWS.COM, ​PANGKEP — Ketangguhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, kembali teruji dalam misi kemanusiaan tingkat tinggi.

Di tengah topografi terjal Pegunungan Bulusaraung yang dikenal ekstrem, dua personel ahli vertical rescue BPBD Makassar berhasil menjadi tim pertama (First In) yang mencapai titik koordinat jatuhnya pesawat.

​Tim awal yang terdiri dari 10 personel gabungan ini bergerak cepat menembus hutan lebat dan tebing curam.

Namun, beratnya medan membuat keahlian khusus sangat dibutuhkan untuk mencapai badan pesawat yang berada di area sulit dijangkau.

Ahli ‘Vertical Rescue’ Jadi Kunci Operasi

​Keberhasilan tim mencapai titik nol tidak lepas dari kompetensi teknis yang dimiliki oleh dua personel BPBD Makassar.

Dengan penguasaan teknik rope rescue dan navigasi medan terjal, mereka berperan vital dalam:

​Asesmen Awal BPBD Makassar: Melakukan penilaian cepat terhadap kondisi bangkai pesawat dan lingkungan sekitar.

​Pengamanan Jalur: BPBD Makassar membuka akses aman bagi tim evakuasi berikutnya.

​Evakuasi Perdana: Melaksanakan prosedur penyelamatan awal di lokasi yang memiliki kemiringan ekstrem.

​”Keterlibatan personel dengan kemampuan teknis khusus ini adalah bukti kesiapsiagaan BPBD Makassar dalam menghadapi operasi kemanusiaan berisiko tinggi,” tulis laporan resmi di lapangan.

​Setelah menyelesaikan tahap awal yang krusial, seluruh tim dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara.

Meski tugas pertama telah usai, perjuangan belum berakhir. Para personel direncanakan akan kembali diterjunkan ke area badan pesawat untuk melanjutkan operasi SAR lanjutan, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan penanganan teknis evakuasi vertikal.

​Hingga saat ini, Operasi SAR gabungan masih berlangsung dengan koordinasi ketat. Fokus utama tetap pada efektivitas tindakan di lapangan tanpa mengabaikan keselamatan para personel yang bertaruh nyawa di medan berat.

​Kontribusi nyata BPBD Makassar dalam misi di Pangkep ini mempertegas bahwa kapasitas SAR daerah kini telah setara dengan standar operasi nasional dalam menangani kecelakaan penerbangan di medan ekstrem. (*)

Comment