MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Jipang, yang juga dikenal sebagai Bipang atau Brondong Beras, adalah camilan tradisional populer yang terbuat dari beras atau beras ketan. Kudapan ini menawarkan perpaduan tekstur renyah dan rasa manis karamel yang khas.
Asal-Usul dan Sejarah
Istilah “Bipang” diserap dari bahasa Hokkien, bí-phang (米芳), yang secara harfiah berarti “beras yang harum atau wangi”.
-
Warisan Tiongkok: Camilan ini dibawa oleh para perantau Tiongkok ke Indonesia dan diperkenalkan sebagai jajanan rakyat.
-
Ikon Legendaris: Salah satu produsen tertua yang masih eksis hingga kini adalah Bipang Jangkar di Pasuruan, Jawa Timur, yang telah beroperasi sejak tahun 1940.
Proses Pembuatan: Pabrik vs Rumahan
Metode pembuatan jipang bervariasi tergantung pada skala produksi dan tradisinya:
1. Produksi Pabrik (Modern)
Menggunakan teknologi tekanan tinggi untuk menghasilkan tekstur yang seragam.
-
Proses: Beras dipanggang dengan kompor gas bertekanan tinggi hingga “meledak” menjadi butiran berondong.
-
Finishing: Butiran dicampur karamel gula pasir, dipadatkan di atas meja, lalu diiris sesuai ukuran sebelum mengeras.
2. Produksi Rumahan (Tradisional – Contoh: Lahat)
Di Lahat, Sumatera Selatan, jipang merupakan sajian khas Lebaran dengan proses yang lebih panjang:
-
Bahan: Menggunakan beras ketan.
-
Tahapan: Pencucian → Perendaman → Pengukusan → Pengolesan gula merah → Penjemuran matahari → Penggorengan.
Fakta Unik Jipang
-
Bahan Baku: Beras terbaik untuk jipang biasanya berasal dari gabah yang telah disimpan selama 3 hingga 4 hari.
-
Tren Musim: Uniknya, permintaan jipang justru meningkat saat musim hujan. Pada musim kemarau, permintaan cenderung turun karena konsumen biasanya menghindari camilan yang memicu rasa haus. (*)
Comment