Bahaya Tersembunyi: Mengapa Rem Motor Sering “Blong” di Musim Hujan?

Ilustrasi memperbaiki rem motor.(Sumber: Kompas/Wahana Honda)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Musim hujan membawa tantangan ekstra bagi pengendara motor. Bukan hanya jalanan yang licin, paparan air hujan yang intens ternyata dapat menurunkan kinerja sistem pengereman secara signifikan.

Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, sistem pengereman adalah komponen yang paling rentan saat motor sering diajak menerjang hujan.

Mengapa Rem Menjadi Kurang Pakem?

Air hujan tidak turun sendirian; ia membawa lumpur, pasir halus, dan kotoran jalanan. Berikut adalah dampak buruknya pada motor Anda:

  • Efek “Amplas”: Pasir halus yang masuk ke sela-sela rem akan menggerus kampas dan piringan rem (cakram) layaknya amplas.

  • Penurunan Daya Cengkeram: Kotoran yang menempel membuat gesekan antara kampas dan piringan tidak lagi optimal.

  • Keausan Tidak Merata: Kampas rem yang sering basah dan kotor berisiko aus secara tidak stabil, memicu getaran saat mengerem.

“Jika dibiarkan, pengereman akan terasa kurang pakem meski tuas sudah ditekan dalam,” ujar Wahyu kepada Kompas.com (2/2/2026).

Tanda-Tanda Rem Mulai Bermasalah

Segera lakukan pengecekan jika Anda merasakan gejala berikut:

  1. Muncul suara berdecit atau bunyi tidak normal saat mengerem.

  2. Terdapat getaran pada tuas atau pedal rem.

  3. Jarak pengereman terasa lebih panjang dari biasanya.


Tips Perawatan Sederhana

Untuk menjaga keselamatan, Wahyu menyarankan beberapa langkah preventif:

  • Cuci Motor Setelah Kehujanan: Pastikan area pengereman dibilas bersih dari sisa pasir dan lumpur.

  • Cek Kondisi Kampas: Pastikan kampas dalam kondisi kering dan bersih sebelum memulai perjalanan berikutnya.

  • Jangan Menunda Servis: Segera bawa ke bengkel jika rem mulai terasa “kurang menggigit”.

Kesimpulan: Di jalan yang basah, rem yang sehat bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kunci utama keselamatan nyawa Anda. (*)

Comment