Mengapa Ada Orang yang Selalu Mencari Kesalahan Orang Lain? Mengenal Kepribadian di Baliknya

Ilustrasi: Ai

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM Pernahkah Anda bertemu seseorang yang seolah memiliki “radar” khusus untuk menemukan kesalahan orang lain? Entah di kantor, lingkaran pertemanan, atau keluarga, rasanya apa pun yang Anda lakukan selalu ada celahnya.

Bagi mereka, mengkritik sering kali dianggap sebagai bentuk kejujuran atau sikap kritis yang wajar. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menciptakan jarak emosional dan suasana yang melelahkan. Mengapa seseorang bisa memiliki kecenderungan ini? Berikut adalah beberapa faktor kepribadian yang mendasarinya:

1. Rasa Tidak Aman (Insecurity) yang Tersembunyi

Menurut psikolog Greg Kushnick, Psy.D., orang yang gemar menunjuk kesalahan orang lain sering kali sedang berjuang dengan rasa tidak aman dalam dirinya sendiri. Membesar-besarkan kesalahan orang lain memberi mereka ilusi kontrol dan rasa lebih unggul secara sementara. Sayangnya, ini adalah mekanisme pertahanan diri yang tidak sehat; alih-alih menyembuhkan ketidakamanan, cara ini justru membatasi kebahagiaan mereka sendiri.

2. Standar yang Terlalu Kritis dan Kaku

Kebiasaan ini sering kali menciptakan dampak domino. Orang yang terlalu kritis cenderung membuat orang di sekitarnya merasa terasing. Meskipun orang lain mungkin tetap bersikap ramah, perlahan mereka akan menjaga jarak karena lelah harus selalu siap dinilai. Ironisnya, si pengkritik sering merasa dirinya hanya bersikap “jujur”, tanpa menyadari bahwa kata-katanya meninggalkan luka emosional bagi orang lain.

3. Pola Asuh dan Pengalaman Masa Lalu

Banyak perilaku dewasa berakar dari masa kecil. Seseorang yang tumbuh dengan figur otoritas yang terlalu menuntut atau sangat kritis cenderung mengadopsi pola tersebut sebagai standar interaksi sosial. Tanpa sadar, mereka mengubah hubungan yang seharusnya menjadi “ruang aman” menjadi “ruang ujian” yang menegangkan bagi orang lain.

4. Kurangnya Kesadaran Diri dan Empati

Orang yang hobi mencari kesalahan biasanya lebih sibuk melihat ke luar daripada melakukan refleksi ke dalam. Mereka cenderung minim empati, sehingga gagal memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan perjuangan yang berbeda. Mereka hanya melihat hasil akhir yang “salah” tanpa mau peduli pada proses atau cerita di baliknya.

5. Sulit Berdamai dengan Ketidaksempurnaan

Sikap ini sering disalahartikan sebagai perfeksionisme. Padahal, akar masalahnya adalah ketidakmampuan menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi. Karena memiliki standar yang sangat kaku, mereka merasa tidak nyaman saat melihat ketidakteraturan, dan satu-satunya cara mereka merespons rasa tidak nyaman tersebut adalah dengan mengkritik.


Jika Anda berhadapan dengan tipe orang seperti ini, penting untuk menjaga batasan emosional agar kepercayaan diri Anda tidak goyah. Namun, jika Anda merasa memiliki kecenderungan ini, sadarilah bahwa mengakui kebiasaan tersebut adalah langkah pertama menuju perubahan yang lebih positif dan hubungan yang lebih harmonis. (*)

Comment