Diskominfo Takalar Edukasi Donor Darah Lewat Program Takalar Cepat Menyapa

ads
ads

MENITNEWS.COM, TAKALAR — Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Takalar, terus menggencarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kali ini, program talkshow “Takalar Cepat Menyapa”, mengangkat pentingnya kesadaran donor darah demi menjamin ketersediaan stok medis di daerah tersebut.

​Hadir sebagai narasumber, Kepala Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPD-RS) H. Pajonga Daeng Ngalle, dr. Vitalis Talik, M.Kes., FISQua.

Ia menekankan bahwa darah adalah komponen medis vital yang tidak dapat diproduksi secara sintetis, sehingga keberadaannya murni bergantung pada kedermawanan pendonor.

​”Darah tidak bisa dibeli atau diproduksi seperti obat. Satu-satunya cara memenuhi kebutuhan pasien adalah melalui kepedulian masyarakat untuk mendonor,” ujar dr. Vitalis saat siaran di Radio Suara Libang Bajeng Siber FM, Selasa (10/3/2026).

Perubahan Status Menjadi Unit Pengelola Darah

Dalam edukasi tersebut, dr. Vitalis menjelaskan transformasi unit yang dipimpinnya. Berbeda dengan konsep ‘Bank Darah’ yang hanya menyimpan stok dari PMI.

KIni, UPD-RS memiliki kewenangan lebih luas untuk mengorganisir kegiatan donor darah secara mandiri.

​Langkah ini diambil untuk mempercepat pelayanan, terutama bagi pasien di ruang UGD atau mereka yang akan menjalani operasi di RSUD H. Pajonga Daeng Ngalle.

Tantangan Stok Darah dan Rendahnya Pendonor Sukarela

Meski kapasitas penyimpanan sempat mencapai 200 kantong, dr. Vitalis mengakui tantangan besar masih membayangi, terutama menjelang bulan Ramadan. Penurunan jumlah pendonor biasanya terjadi karena kekhawatiran fisik saat berpuasa.

​Selain itu, angka pendonor sukarela rutin di Takalar tercatat masih minim.

“Pendonor rutin yang mendonorkan darahnya setiap tiga bulan di Takalar baru sekitar 100 hingga 150 orang. Angka ini masih sangat kecil dibandingkan total kebutuhan pasien yang terus meningkat,” ungkapnya.

Manfaat Ganda Donor Darah

Melalui platform edukasi milik Diskominfo ini, pihak rumah sakit berharap kesadaran warga meningkat. Saat ini, rumah sakit masih sering mengandalkan donor pengganti dari keluarga pasien akibat terbatasnya stok di unit pengelola.

​”Donor darah bukan hanya soal membantu nyawa orang lain, tetapi juga memberikan efek regenerasi sel darah yang baik bagi kesehatan si pendonor itu sendiri,” pungkas dr. Vitalis.

​Program “Takalar Cepat Menyapa” sendiri, merupakan agenda rutin Diskominfo Takalar untuk menjembatani informasi antara pemerintah, tenaga ahli, dan masyarakat melalui kanal radio serta platform digital resmi pemerintah daerah. (*)

Comment