MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Amaliah Ramadan 1447 H yang dipadukan dengan pertemuan rutin bulanan dan arisan anggota. Acara yang penuh kebersamaan ini berlangsung di Aula LPMPP, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (10/3).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para anggota, tetapi juga mempertegas komitmen kepedulian sosial DWP terhadap sivitas akademika Unhas.
Sinergi DWP dan Institusi

Tahun ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara. Acara ini dihadiri langsung oleh:
-
Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si. (Dekan FISIP sekaligus Penasehat DWP FISIP Unhas)
-
Ny. Hartati Tamti Jamaluddin Jompa (Ketua DWP Unhas)
-
dr. Hery Sukri (Ketua DWP FISIP Unhas)
Dalam sambutannya, Ketua DWP FISIP Unhas, dr. Hery Sukri, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Ia menilai kehadiran para anggota merupakan kehormatan sekaligus suntikan semangat untuk terus mendukung program-program institusi secara kompak.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Sukri menekankan pentingnya peran DWP sebagai mitra strategis kampus. “Kegiatan Amaliah Ramadan ini memiliki nilai ganda; sebagai ibadah sekaligus sarana mempererat kekeluargaan agar harmoni di lingkungan kampus tetap terpelihara,” jelas Prof. Sukri.
Kepedulian Nyata bagi “Pejuang Kampus”

Momen yang paling dinantikan adalah penyaluran bantuan sosial. DWP Unhas berhasil mendistribusikan sebanyak 465 paket sembako kepada para penerima manfaat yang selama ini berkontribusi besar bagi kenyamanan kampus, di antaranya:
-
Satpam dan petugas kebersihan.
-
Sopir dan pengurus makam.
-
Guru TK dan petugas Posyandu.
Dana bantuan sebesar Rp52.359.000 tersebut berhasil dihimpun berkat partisipasi 72 donatur yang berasal dari anggota DWP dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).
Ketua DWP Unhas, Ny. Hartati Tanti Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya pengurus DWP FISIP. “Kami berharap semangat berbagi ini tidak hanya mempererat persahabatan, tetapi menjadi amal jariyah yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Penguatan Iman di Sepuluh Hari Terakhir
Sebagai penutup, para peserta mendapatkan siraman rohani dari Ust. Dr. H. Rahmat Abd Rahman. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memaknai Ramadan sebagai momentum transformasi diri, terutama dalam mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir bulan suci. (*)
Comment